Abstract. This research is motivated by the challenges of character building in the modern era, marked by declining morals among students. SMAN 1 Bantarujeg responded with the flagship PETUAH program as a systematic effort to shape akhlakul karimah through a pesantren-based approach. Theoretically, PETUAH integrates general education with the pesantren system through intensive weekend activities, this program aiming to instill Islamic values, worship habituation, and noble character awareness. Akhlakul karimah refers to the concept of Ibn Miskawaih and Al-Ghazali as traits embedded in the soul that drive spontaneous actions, encompassing five domains: morals towards Allah, the Prophet, fellow humans (parents, teachers, neighbors, friends), oneself (patience, gratitude, trustworthiness, responsibility, humility), and the environment. The research used a qualitative approach with a descriptive method, while data collection was carried out using in-depth interview techniques, participant observation, and documentation. Informants included the principal, supervising teachers, guidance counselors, students, and pesantren administrators. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, with validity ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that planning was conducted systematically through needs identification, objective formulation, collaboration with two pesantren, appointment of supervising teachers, scheduling, and socialization. Implementation was carried out regularly with a two-day-one-night boarding system, including congregational prayers, Qur'an recitation, Islamic studies, worship habituation, and discipline training. Supporting factors included the principal's commitment, pesantren collaboration, parental and community support, and student enthusiasm. Inhibiting factors included weather, distance, schedule conflicts, and lack of motivation among a small number of students. Evaluation was conducted through Qur'an reading assessment, behavioral observation, and mandatory participation as an academic requirement. The implementation results show that the PETUAH program can shape akhlakul karimah (noble character), reflected in improved worship, Qur'an reading ability, respect for teachers, discipline, responsibility, social concern, independence, and environmental awareness. Keywords: Implementation, Islamic Boarding School, PETUAH, Akhlakul Karimah Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembentukan karakter peserta didik di era modern, ditandai dengan menurunnya moral di kalangan pelajar. SMAN 1 Bantarujeg merespons dengan program unggulan PETUAH (Pesantren Sabtu Ahad) sebagai upaya sistematis membentuk akhlakul karimah melalui pendekatan berbasis pesantren. Secara teoretis, PETUAH mengintegrasikan pendidikan umum dengan sistem pesantren melalui kegiatan akhir pekan yang intensif, program ini bertujuan menanamkan nilai keislaman, pembiasaan ibadah, dan kesadaran akhlak mulia. Akhlakul karimah merujuk pada konsep Ibnu Miskawaih dan Al-Ghazali sebagai sifat tertanam dalam jiwa yang melahirkan perbuatan spontan, mencakup lima ranah: akhlak kepada Allah, Rasul, sesama manusia, diri sendiri, dan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, adapun teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru pembimbing, guru BK, peserta didik, dan pengurus pesantren mitra. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan program dilakukan secara sistematis melalui identifikasi kebutuhan, penyusunan tujuan, kerja sama dengan dua pondok pesantren, pembentukan guru pembimbing, penyusunan jadwal, dan sosialisasi. Pelaksanaan berlangsung rutin dengan sistem boarding dua hari satu malam, meliputi shalat berjamaah, tilawah, kajian Islam, pembiasaan ibadah, dan pembinaan disiplin. Faktor pendukung meliputi komitmen kepala sekolah, kerja sama pesantren, dukungan orang tua dan masyarakat, serta antusiasme siswa. Faktor penghambat meliputi cuaca, jarak, benturan jadwal, dan kurangnya motivasi sebagian kecil siswa. Evaluasi dilakukan melalui penilaian baca Al-Qur'an, observasi perilaku, dan kebijakan keikutsertaan sebagai syarat akademik. Hasil implementasi menunjukkan program PETUAH dapat membentuk akhlakul karimah, tercermin dari peningkatan ibadah, kemampuan baca Al-Qur'an, hormat kepada guru, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, kemandirian, dan kepedulian lingkungan. Kata Kunci: Implementasi, Pesantren, PETUAH, Akhlakul Karimah