Suhartono Suhartono
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Incinerator Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Dan Pengendalian Emisi Dengan Pendekatan Participatory Community Development Di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jenni Izza Mawarda; Dyah Pitaloka; Suhartono Suhartono; Hyan Oktodia Basuki; Hanim Nur Faizah; Mei Widyawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3201

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban  masih menjadi permasalahan lingkungan yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan masyarakat. Praktik pembakaran sampah secara terbuka masih banyak dilakukan akibat keterbatasan sarana pengelolaan sampah dan rendahnya pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi praktik pengelolaan sampah rumah tangga sebagai dasar penyusunan program edukasi dan penerapan Incinerator sederhana dalam pengendalian emisi pembakaran sampah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Community Development yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, ketua RT dan RW, bidan desa, kader kesehatan, serta tim pelaksana dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah melalui survei, observasi, wawancara, dan kuesioner, analisis situasi, perencanaan program melalui musyawarah, pembangunan incinerator sederhana secara gotong royong, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil identifikasi terhadap 295 kepala keluarga menunjukkan bahwa mayoritas responden mengelola sampah dengan cara dibakar sebanyak 269 KK (91,19%), sedangkan 17 KK (5,76%) menimbun sampah, 6 KK (2,03%) membuang sampah sembarangan, dan 3 KK (1,02%) membuang sampah ke sungai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan incinerator sederhana dengan sistem pembakaran tertutup dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terkontrol dibandingkan pembakaran terbuka. Kegiatan penyuluhan juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, dampak pembakaran terbuka, dan penggunaan incinerator. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan respons positif masyarakat serta adanya komitmen untuk memanfaatkan dan merawat incinerator secara berkelanjutan. Penerapan teknologi sederhana yang didukung pendekatan partisipatif dan edukasi berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.