Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Incinerator Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Dan Pengendalian Emisi Dengan Pendekatan Participatory Community Development Di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban

Jenni Izza Mawarda (Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia)
Dyah Pitaloka (Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia)
Suhartono Suhartono (Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia)
Hyan Oktodia Basuki (Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia)
Hanim Nur Faizah (Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia)
Mei Widyawati (Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia)



Article Info

Publish Date
05 Sep 2026

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban  masih menjadi permasalahan lingkungan yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan masyarakat. Praktik pembakaran sampah secara terbuka masih banyak dilakukan akibat keterbatasan sarana pengelolaan sampah dan rendahnya pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi praktik pengelolaan sampah rumah tangga sebagai dasar penyusunan program edukasi dan penerapan Incinerator sederhana dalam pengendalian emisi pembakaran sampah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Community Development yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, ketua RT dan RW, bidan desa, kader kesehatan, serta tim pelaksana dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah melalui survei, observasi, wawancara, dan kuesioner, analisis situasi, perencanaan program melalui musyawarah, pembangunan incinerator sederhana secara gotong royong, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil identifikasi terhadap 295 kepala keluarga menunjukkan bahwa mayoritas responden mengelola sampah dengan cara dibakar sebanyak 269 KK (91,19%), sedangkan 17 KK (5,76%) menimbun sampah, 6 KK (2,03%) membuang sampah sembarangan, dan 3 KK (1,02%) membuang sampah ke sungai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan incinerator sederhana dengan sistem pembakaran tertutup dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terkontrol dibandingkan pembakaran terbuka. Kegiatan penyuluhan juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, dampak pembakaran terbuka, dan penggunaan incinerator. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan respons positif masyarakat serta adanya komitmen untuk memanfaatkan dan merawat incinerator secara berkelanjutan. Penerapan teknologi sederhana yang didukung pendekatan partisipatif dan edukasi berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jamsi

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Public Health

Description

Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) ...