Abstrak Tanah longsor sering terjadi di wilayah pegunungan dengan curah hujan tinggi, termasuk pada ruas Jalan Nasional Km 242 di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab longsor serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat. Data diperoleh melalui boring test, SPT, sondir, analisis curah hujan, dan pemodelan lereng dengan PLAXIS (Finite Element Method). Hasil analisis menunjukkan longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi, kondisi tanah lempung jenuh air, geometri lereng curam, dan drainase yang tidak memadai, dengan nilai faktor keamanan (SF) 0,99. Mitigasi dilakukan menggunakan geotekstil non woven, sistem subdrain, dan perkuatan perkerasan jalan, yang meningkatkan SF menjadi 1,57. Kesimpulannya, kombinasi rekayasa geotekstil dan drainase efektif meningkatkan stabilitas lereng dan dapat dijadikan acuan mitigasi pada lokasi rawan longsor. Kata kunci: tanah longsor, stabilitas lereng, geotekstil non woven, subdrain, faktor keamanan (SF), PLAXIS. Abstract Landslides often occur in mountainous areas with high rainfall, including on the Km 242 National Road in Enrekang Regency, South Sulawesi. This study aims to identify the factors that cause landslides and formulate appropriate mitigation strategies. Data was obtained through boring tests, tax returns, sondirs, rainfall analysis, and slope modeling with PLAXIS (Finite Element Method). The results of the analysis showed that landslides were triggered by high-intensity rain, water-saturated clay soil conditions, steep slope geometry, and inadequate drainage, with a safety factor (SF) value of 0.99. Mitigation was carried out using non-woven geotextiles, subdrain systems, and road pavement reinforcement, which increased the SF to 1.57. In conclusion, the combination of geotextile engineering and drainage is effective in increasing slope stability and can be used as a reference for mitigation in landslide-prone locations. Keywords: landslide, slope stability, non woven geotextiles, subdrain, safety factor (SF), PLAXIS