Muhammad Misbakhul Khoir
Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KEMAMPUAN KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PERANGKAT DESA DI KABUPATEN BOJONEGORO (Studi pada Perangkat Desa Tlogoagung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro) Muhammad Misbakhul Khoir; Ahmad Yani Syaikhudin; Anjar Sulistyowati
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 5 (2026): September
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i5.3084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja perangkat desa di Desa Tlogoagung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Kinerja perangkat desa merupakan isu strategis dalam tata kelola pemerintahan desa, namun kajian empiris mengenai faktor determinannya masih terbatas, terutama pada level pemerintahan desa yang memiliki karakteristik organisasi berbeda dari sektor formal lainnya, sehingga terdapat kesenjangan mengenai faktor sumber daya manusia mana yang sesungguhnya paling menentukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda terhadap 30 perangkat desa yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan diolah menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja (t = 8,881; sig. = 0,000) dan lingkungan kerja (t = 4,214; sig. = 0,000) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja, sementara kemampuan kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan (t = -1,333; sig. = 0,194). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja perangkat desa (F = 7178,361; sig. = 0,000) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,979, yang berarti 97,9% variasi kinerja dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan disiplin dan perbaikan lingkungan kerja lebih menentukan kinerja perangkat desa dibandingkan peningkatan kemampuan kerja semata, sehingga menjadi masukan penting bagi kebijakan pembinaan aparatur di tingkat desa maupun kabupaten.