Limbah pangan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan substitusi ransum adalah overripe tempe (tempe busuk), yang masih mengandung protein, asam amino, isoflavon, serta mikroorganisme hasil fermentasi yang berpotensi meningkatkan kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggantian sebagian ransum komersial dengan overripe tempe terhadap performa pertumbuhan dan karakteristik karkas itik Peking (Anas platyrhynchos domesticus). Penelitian menggunakan 100 ekor Day Old Duck (DOD) itik Peking yang dipelihara dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (100% ransum komersial), P1 (7,5% overripe tempe + 92,5% ransum komersial), P2 (15% overripe tempe + 85% ransum komersial), P3 (22,5% overripe tempe + 77,5% ransum komersial), dan P4 (30% overripe tempe + 70% ransum komersial). Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, efisiensi ransum, persentase karkas, serta persentase bagian karkas (dada, paha, sayap, dan punggung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian sebagian ransum komersial dengan overripe tempe hingga taraf 30% tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, efisiensi ransum, persentase karkas, persentase dada, persentase punggung, dan persentase sayap. Namun demikian, perlakuan memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap persentase paha, dengan nilai terbaik diperoleh pada perlakuan P4. Hasil ini menunjukkan bahwa overripe tempe dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi sebagian ransum komersial tanpa menurunkan performa pertumbuhan maupun sebagian besar karakteristik karkas itik Peking.