Masnipal
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Permainan Konstruktif Menggunakan Lego terhadap Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5–6 Tahun Di TK Al Islam Kota Bandung Icha Agustina; Masnipal; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 9-16
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.17792

Abstract

Abstract. Early Childhood Education (PAUD) focuses on developing children's creativity and abilities through targeted play activities. This study aims to examine the influence of the use of constructive games, especially Lego, on the increase in creativity of 5-6 year old children in Al Islam Kindergarten, Bandung City. Using a quantitative method with a pretest-posttest experimental design, the study involved 20 children who were divided into experimental and control groups. Data was collected through the Figural Creativity Test (TKF) and analyzed using SPSS. The results showed that there was a significant improvement in the aspects of smoothness, flexibility, authenticity, and elaboration in the experimental group after treatment. The results of the study showed that there was a significant increase in creativity after the treatment of PKPK model Lego games at TK Al Islam. This conclusion emphasizes the importance of constructive games in increasing children's creativity in early childhood education, as well as providing recommendations for educators to integrate these games in the learning process. Abstrak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berfokus pada pengembangan kreativitas dan kemampuan anak melalui kegiatan bermain yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan permainan konstruktif, khususnya Lego, terhadap peningkatan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Al Islam, Kota Bandung. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest, penelitian melibatkan 20 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui Tes Kreativitas Figural (TKF) dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada aspek kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi di kelompok eksperimen setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kreativitas yang signifikan setelah diberikannya treatment permainan Lego model PKPK di TK Al Islam. Kesimpulan ini menegaskan pentingnya permainan konstruktif dalam meningkatkan kreativitas anak di PAUD, serta memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk mengintegrasikan permainan ini dalam proses pembelajaran.
Minat Belajar Matematika pada Anak Usia Dini Ketika Menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia Vania Hasna Lutfiyah; Masnipal; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 25-32
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.18097

Abstract

Abstract. Beginning math is a basic learning concept of mathematics that is introduced to early childhood. There are still many early childhood educators who do not understand the methods of teaching early math. One of the learning methods that can introduce early math to children is the Indonesian Light Funcalistung Method. The purpose of this study is to analyze the interest in learning mathematics in early childhood when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method. This research is a descriptive qualitative research. This research involved teachers as informants. Data were collected through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, it was found that; (1) children showed high interest in recognizing the concept of numbers and numbers when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from the children's enthusiasm for learning and feeling comfortable during the teaching and learning process; (2) children show a well-developed understanding of basic number concepts when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from their high enthusiasm in sorting numbers correctly; and (3) children show a high interest in learning the concept of adding when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from the children's high activeness and enthusiasm to ask questions and carry out instructions with enthusiasm. This research implements one of the teacher's strategies in developing learning for early childhood. Abstrak. Matematika permulaan merupakan konsep pembelajaran dasar matematika yang diperkenalkan pada anak usia dini. Masih banyak pendidik anak usia dini yang belum memahami metode mengajar matematika permulaan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengenalkan matematika permulaan pada anak adalah Metode Funcalistung Cahaya Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis minat belajar matematika pada anak usia dini ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan guru sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa; (1) anak menunjukkan minat yang tinggi dalam mengenal konsep angka dan bilangan ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari antusiasme anak untuk belajar dan merasa nyaman selama proses belajar mengajar; (2) anak menunjukkan pemahaman konsep dasar angka yang sudah berkembang dengan baik ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari semangat tinggi mereka dalam mengurutkan angka dengan benar; dan (3) anak menunjukkan minat yang tinggi dalam belajar konsep menjumlah ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari keaktifan dan antusiasme anak yang tinggi untuk bertanya dan melaksanakan instruksi dengan semangat. Penelitian ini berimplementasi menjadi salah satu strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran bagi anak usia dini.
Implementasi Program Pembiasaan Ibadah dan Akhlak di Kelompok B TK Sekolah Alam Daniella Rizkiyah; Masnipal; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 167-172
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21448

Abstract

Abstract. Habituation is one effective approach in shaping positive behavior in early childhood. However, in practice, many children have not yet demonstrated the desired attitudes and habits because habituation has not been consistently applied, both in school and at home. In addition, limited facilities and infrastructure, as well as a lack of parental involvement, also pose obstacles to its implementation. This study aims to examine how the implementation of the habit formation program for worship and moral values is applied at TK School Alam Bandung in Group B. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The informants in this study were the school principal and classroom teachers. The results of the study indicate that the program implementation is carried out through four stages: (1) planning, which includes the development of annual, semester, and weekly programs; (2) the implementation of habit-forming activities such as Murajaah and Dhuha prayer on a regular basis; (3) evaluation conducted every three months and per semester in narrative form; and (4) supporting factors in the form of parental involvement, while the obstacles stem from the emotional condition of the children. Overall, the program runs smoothly and has a positive impact on the children's daily behavior. Abstrak. Pembiasaan merupakan pendekatan yang efektif dalam membentuk perilaku positif pada anak usia dini. Namun demikian, dalam implementasinya, masih banyak anak yang belum menunjukkan sikap dan kebiasaan sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh penerapan pembiasaan yang belum dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana serta minimnya keterlibatan orang tua juga menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program pembiasaan ibadah dan akhlak di kelompok B TK Sekolah Alam Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pembiasaan dilakukan melalui empat tahapan utama: (1) perencanaan, yang mencakup penyusunan program tahunan, semesteran, dan mingguan; (2) pelaksanaan kegiatan pembiasaan, seperti murajaah dan salat Dhuha secara rutin; (3) evaluasi program yang dilaksanakan setiap tiga bulan dan per semester dalam bentuk laporan naratif; serta (4) identifikasi faktor pendukung, yakni keterlibatan orang tua, dan faktor penghambat berupa kondisi emosional individu anak.Secara keseluruhan, program pembiasaan ini berjalan dengan cukup baik dan memberikan pengaruh positif terhadap perilaku keseharian anak.