Putri Aulya Andriani
Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pola Komunikasi Orang Tua dalam Menstimulasi Anak Usia Dini Berbahasa di Kampung Bojong Sari Putri Aulya Andriani; Arif Hakim; Sobar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 45-52
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23969

Abstract

Abstract. This study aimed to examine the role of parents' communication patterns in stimulating early childhood language development in Bojong Sari Village, Bandung City. The study was motivated by variations in children's language abilities, including pronunciation difficulties, inappropriate language use, and differences in vocabulary and communication skills. This study used a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving five families with children aged 5–6 years. The results showed that parent-child communication occurred during daily activities through conversations, questioning, vocabulary enrichment, pronunciation correction, and encouragement to use polite language. The dominant communication pattern was the consensual pattern, while one family applied the protective pattern. Children who experienced the consensual communication pattern demonstrated better language skills and greater confidence in communication. The study concluded that parents' communication patterns played an important role in stimulating early childhood language development, although family culture, the use of the Sundanese language, and the children's social environment also influenced language development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola komunikasi orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini di Kampung Bojong Sari, Kota Bandung. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya variasi kemampuan berbahasa anak, seperti kesulitan pelafalan, penggunaan bahasa yang kurang santun, serta perbedaan penguasaan kosakata dan kemampuan berkomunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima keluarga yang memiliki anak usia 5–6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi orang tua dan anak berlangsung dalam aktivitas sehari-hari melalui percakapan, pemberian pertanyaan, pengenalan kosakata, perbaikan pelafalan, serta pembiasaan penggunaan bahasa yang baik. Pola komunikasi yang dominan adalah consensual, sedangkan satu keluarga menerapkan pola protective. Anak yang dibesarkan dengan pola komunikasi consensual menunjukkan kemampuan berbahasa dan kepercayaan diri yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi orang tua berperan penting dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini, meskipun turut dipengaruhi oleh budaya keluarga, penggunaan bahasa daerah, dan lingkungan sosial.