Arif Hakim
Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Pola Komunikasi Orang Tua dalam Menstimulasi Anak Usia Dini Berbahasa di Kampung Bojong Sari Putri Aulya Andriani; Arif Hakim; Sobar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 45-52
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23969

Abstract

Abstract. This study aimed to examine the role of parents' communication patterns in stimulating early childhood language development in Bojong Sari Village, Bandung City. The study was motivated by variations in children's language abilities, including pronunciation difficulties, inappropriate language use, and differences in vocabulary and communication skills. This study used a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving five families with children aged 5–6 years. The results showed that parent-child communication occurred during daily activities through conversations, questioning, vocabulary enrichment, pronunciation correction, and encouragement to use polite language. The dominant communication pattern was the consensual pattern, while one family applied the protective pattern. Children who experienced the consensual communication pattern demonstrated better language skills and greater confidence in communication. The study concluded that parents' communication patterns played an important role in stimulating early childhood language development, although family culture, the use of the Sundanese language, and the children's social environment also influenced language development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola komunikasi orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini di Kampung Bojong Sari, Kota Bandung. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya variasi kemampuan berbahasa anak, seperti kesulitan pelafalan, penggunaan bahasa yang kurang santun, serta perbedaan penguasaan kosakata dan kemampuan berkomunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima keluarga yang memiliki anak usia 5–6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi orang tua dan anak berlangsung dalam aktivitas sehari-hari melalui percakapan, pemberian pertanyaan, pengenalan kosakata, perbaikan pelafalan, serta pembiasaan penggunaan bahasa yang baik. Pola komunikasi yang dominan adalah consensual, sedangkan satu keluarga menerapkan pola protective. Anak yang dibesarkan dengan pola komunikasi consensual menunjukkan kemampuan berbahasa dan kepercayaan diri yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi orang tua berperan penting dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini, meskipun turut dipengaruhi oleh budaya keluarga, penggunaan bahasa daerah, dan lingkungan sosial.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek di TPQ Ar-Rahman Arlin Nurpani; Masnipal; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 81-88
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24103

Abstract

Abstract. Project-Based Learning (PjBL) is a learning strategy that requires students to play an active role in completing projects, thereby providing a meaningful learning experience. Although it is widely implemented in formal educational institutions, research on its application in non-formal Islamic educational institutions, particularly Al-Qur’an Education Centers (TPQs), remains limited. This study aims to describe the implementation of project-based learning at the Ar-Rahman TPQ, covering planning, implementation, evaluation, as well as supporting and inhibiting factors. This study employs a qualitative approach using a descriptive method. The research subjects consisted of three teachers at TPQ Ar-Rahman. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that instructional planning was carried out through the development of lesson plans, the setting of learning objectives, the selection of project themes, and the preparation of learning media and materials. The implementation of instruction followed the stages of Project-Based Learning, actively involving students in project activities. Evaluation was conducted through observation, documentation, and assessment of student progress, which showed that the majority fell into the “Beginning to Develop” (MB) category, while some reached the “Developing as Expected” (BSH) category. Supporting factors included student enthusiasm and the readiness of learning media and tools, while obstacles included time constraints and differences in student characteristics. The implementation of project-based learning at TPQ Ar-Rahman has succeeded in creating a participatory and meaningful learning experience. Abstrak. Project-Based Learning (PjBL) merupakan strategi pembelajaran yang menuntut peserta didik berperan aktif dalam penyelesaian proyek sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Meskipun banyak diterapkan pada lembaga pendidikan formal, kajian mengenai penerapannya di lembaga pendidikan Islam nonformal, khususnya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis proyek di TPQ Ar-Rahman yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang guru TPQ Ar-Rahman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan melalui penyusunan RPPH, penetapan tujuan pembelajaran, pemilihan tema proyek, serta persiapan media dan alat pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung sesuai tahapan Project-Based Learning dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan proyek. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan peserta didik yang menunjukkan sebagian besar berada pada kategori Mulai Berkembang (MB) dan beberapa mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Faktor pendukung meliputi antusiasme peserta didik serta kesiapan media dan alat pembelajaran, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan waktu dan perbedaan karakteristik peserta didik. Penerapan pembelajaran berbasis proyek di TPQ Ar-Rahman mampu menciptakan pembelajaran yang partisipatif dan bermakna.
Pola Pengasuhan Orang Tua dalam Mengajarkan Jajan Sehat pada Anak Usia Dini Naya Novianti Ramanda; Arif Hakim; Sobar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 99-106
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24393

Abstract

Abstract. Snacking habits in early childhood are one of the behaviors that can affect children's health and nutritional status. Parents play a crucial role in shaping these habits through parenting patterns implemented within the family environment. This study aims to describe parental parenting patterns in teaching healthy snacking to early childhood, explain how parents teach healthy snacking habits, identify supporting and inhibiting factors, and analyze the implications of parenting patterns on children's snacking habits. The study used a qualitative approach with descriptive methods. The subjects consisted of five parents with children aged 4–6 years in Ciburial Village, Cimenyan District, Bandung Regency. Data were collected through observation and interviews, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that parents implemented various strategies such as getting children into the habit of eating before going out, providing provisions, limiting pocket money, providing education about healthy snacks, and monitoring children's snacking activities. Supporting factors came from good communication, consistent parenting, and setting an example, while inhibiting factors included peer influence, the surrounding environment, and limited supervision due to parents' busy schedules. These findings suggest that consistent parenting patterns play a crucial role in developing healthy snacking habits in young children. Abstrak. Kebiasaan jajan pada anak usia dini merupakan salah satu perilaku yang dapat memengaruhi kesehatan dan status gizi anak. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan tersebut melalui pola pengasuhan yang diterapkan di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pengasuhan orang tua dalam mengajarkan jajan sehat pada anak usia dini, menjelaskan cara orang tua mengajarkan kebiasaan jajan sehat, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis implikasi pola pengasuhan terhadap kebiasaan jajan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerapkan berbagai strategi seperti membiasakan anak makan sebelum bepergian, memberikan bekal, membatasi uang jajan, memberikan edukasi mengenai jajanan sehat, serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas jajan anak. Faktor pendukung berasal dari komunikasi yang baik, konsistensi pengasuhan, dan pemberian teladan, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh teman sebaya, lingkungan sekitar, serta keterbatasan pengawasan akibat kesibukan orang tua. Temuan ini menunjukkan bahwa pola pengasuhan yang konsisten berperan penting dalam membentuk kebiasaan jajan sehat pada anak usia dini.
Efektivitas Media Video Edukasi terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Usia Dini Santi Budiyani; Arif Hakim; Sobar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 157-164
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25021

Abstract

Abstract. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an essential habit that must be instilled from an early age to support children's health, growth, and overall development. However, preliminary observations at TKQ Salsabila revealed that most children had not independently practiced PHBS, such as washing hands with soap, disposing of waste properly, and maintaining personal hygiene. This study aimed to determine the effectiveness of educational video media in enhancing PHBS among early childhood students at TKQ Salsabila. A quantitative approach with a quasi-experimental method and a one-group pretest-posttest design was employed. The subjects consisted of 18 children aged 5–6 years (Group B). Data were collected through structured observations and interviews, then analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and Paired Sample t- Test. The results demonstrated a significant increase in children's average PHBS scores, rising from a pretest mean of 26.11 to a posttest mean of 36.56. The Paired Sample t-Test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating that educational video media significantly improved children's clean and healthy living behaviors. This study highlights the importance of incorporating audiovisual media as an innovative and effective strategy for instilling health habits in early childhood education settings. Abstrak. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan fundamental yang perlu ditanamkan sejak usia dini guna mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak secara optimal. Namun, observasi di TKQ Salsabila menunjukkan bahwa mayoritas anak belum menerapkan PHBS secara mandiri, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media video edukasi dalam meningkatkan PHBS pada anak usia dini di TKQ Salsabila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 18 anak usia 5–6 tahun (Kelompok B). Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji beda berpasangan (Paired Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata PHBS anak, dari nilai pretest sebesar 26,11 (kategori Belum Berkembang / Mulai Berkembang) menjadi 36,56 (kategori Berkembang Sangat Baik) pada posttest. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang membuktikan bahwa perlakuan menggunakan media video edukasi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan PHBS anak. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi media audiovisual berbasis teknologi interaktif dan pemodelan visual efektif dalam membentuk pembiasaan karakter hidup sehat sejak dini di lembaga PAUD.
Implementasi Kegiatan Muraja'ah dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur'an Anak Usia 5-6 Tahun di TK Cendekia II Nadhiva Shabrina Salsabila Zahra; Masnipal; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 185-192
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25385

Abstract

Abstract. This research was motivated by the importance of habituating muraja'ah activities in improving Qur'anic memorization among early childhood learners. Early childhood is a crucial period for memory development, making it an appropriate stage for introducing and strengthening Qur'anic memorization. Muraja'ah is a method used to maintain and reinforce memorization through continuous repetition. This study aimed to identify the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors of muraja'ah activities in improving the Qur'anic memorization of children aged 5-6 years at TK Cendekia II. This study employed a qualitative approach with a case-study method. The research subjects consisted of the principal, a classroom teacher, and children aged 5-6 years. Data were collected through interviews and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings show that muraja'ah activities were systematically planned and routinely implemented as part of daily religious learning, through repeated recitation of previously memorized short surahs, both collectively and individually. Evaluation was conducted through daily observation and an end-of-semester individual assessment. The activities were found to improve children's fluency, pronunciation accuracy, memory retention, and the number of surahs memorized. Supporting factors included teacher commitment, parental involvement, and a conducive learning environment, while inhibiting factors included differences in children's memory abilities and limited repetition at home. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembiasaan kegiatan muraja'ah dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an anak usia dini. Pada masa usia dini, kemampuan mengingat anak berkembang sangat pesat sehingga menjadi waktu yang tepat untuk mengenalkan dan membiasakan hafalan Al-Qur'an. Muraja'ah merupakan metode yang digunakan untuk menjaga dan memperkuat hafalan melalui pengulangan secara rutin. Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan muraja'ah dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an anak usia 5-6 tahun di TK Cendekia II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan muraja'ah dilaksanakan secara terencana dan rutin sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan, melalui pengulangan surah-surah pendek yang dilakukan bersama maupun individu. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan harian dan tes akhir semester. Kegiatan muraja'ah terbukti meningkatkan kelancaran hafalan, ketepatan pelafalan, kemampuan mempertahankan hafalan, serta jumlah surah yang dihafalkan. Faktor pendukung meliputi dukungan guru, keterlibatan orang tua, dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan mengingat anak dan kurangnya pengulangan di rumah.
Implementasi Gerakan Membaca 10 Menit (GEMES) di PAUD Karsa Mandiri Anggi Isfy Isnaeniyah; Arif Hakim; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 193-200
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25416

Abstract

Abstract. This study aims to describe the implementation of the 10-Minute Reading Movement (GEMES) program at Karsa Mandiri Early Childhood Education Center as an effort to foster reading interest and accustom students to interacting with reading materials from an early age. This study employs a qualitative approach using descriptive methods. The research subjects included the principal, teachers, students, and parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity tested using source and technique triangulation. The results show that the program has been carried out routinely before learning activities begin, supported by good communication between the principal, teachers, and parents, as well as the availability of media and reading materials appropriate for young children. Nevertheless, several challenges remain, such as limited supporting facilities, varying levels of reading interest among children, and a lack of involvement from some parents in fostering reading habits at home. It can be concluded that the program has proceeded quite well and has had a positive impact on fostering reading habits among young children, so it needs to be continuously developed to strengthen a culture of literacy from an early age. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Gerakan Membaca 10 Menit (GEMES) di PAUD Karsa Mandiri sebagai salah satu upaya menumbuhkan minat baca dan membiasakan peserta didik berinteraksi dengan bahan bacaan sejak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah dilaksanakan secara rutin sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, didukung oleh komunikasi yang baik antara kepala sekolah, guru, dan orang tua, serta tersedianya media dan bahan bacaan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Meski demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan sarana pendukung, perbedaan minat baca anak, dan kurangnya keterlibatan sebagian orang tua dalam membiasakan membaca di rumah. Program ini dapat disimpulkan telah berjalan cukup baik dan memberikan dampak positif terhadap pembiasaan membaca anak usia dini, sehingga perlu terus dikembangkan untuk memperkuat budaya literasi sejak dini.
Implementasi Kegiatan Senam Irama dalam Peningkatan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Cendekia II Rita Nurdianti; Masnipal; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 201-208
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25423

Abstract

Abstract. Gross motor development is an important aspect that must be stimulated in early childhood because it affects body-movement coordination, balance, agility, and children's self-confidence. Rhythmic gymnastics is one activity that can be used to stimulate children's gross motor skills. This study aims to describe the planning, implementation, assessment, and supporting and inhibiting factors of rhythmic gymnastics activities in improving the gross motor skills of children aged 5-6 years at TK Cendekia II, Bandung Regency. A qualitative approach with a descriptive method was used. Data were collected through interviews with the principal and teacher and direct observation of the rhythmic gymnastics activities from April to June 2025. The results show that planning was carried out collaboratively by the principal and teacher, covering learning objectives, the type of gymnastics, accompanying music, and a safe and comfortable learning environment. Implementation was carried out routinely every Wednesday through three stages: warm-up, core movement, and cool-down. The assessment results indicate improvements in movement coordination, balance, agility, and children's confidence in physical activities. Supporting factors include teacher competence, children's enthusiasm, and full support from the school, while inhibiting factors include differences in children's motor abilities and weather conditions. Rhythmic gymnastics activities proved effective in improving the gross motor skills of children aged 5-6 years at TK Cendekia II. Abstrak. Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu aspek penting yang perlu distimulasi pada anak usia dini karena berpengaruh terhadap koordinasi gerak tubuh, keseimbangan, kelincahan, serta kepercayaan diri anak. Salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk menstimulasi motorik kasar anak adalah senam irama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, hasil penilaian, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan senam irama dalam meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Cendekia II, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta observasi langsung terhadap pelaksanaan kegiatan senam irama pada bulan April sampai Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan disusun secara kolaboratif oleh kepala sekolah dan guru, meliputi penetapan tujuan pembelajaran, pemilihan jenis senam, musik pengiring, serta penyiapan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Pelaksanaan dilakukan secara rutin setiap hari Rabu melalui tiga tahapan, yaitu pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan. Hasil penilaian menunjukkan adanya peningkatan koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, serta kepercayaan diri anak dalam beraktivitas fisik. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, antusiasme anak, dan dukungan penuh dari sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan motorik antaranak dan kondisi cuaca. Dengan demikian, kegiatan senam irama terbukti efektif dalam meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Cendekia II.
Implementasi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an melalui Metode Talaqqi di TAUD Baitul Muttaqin Kamila Salsabila; Ayi Sobarna; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 249-256
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25954

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the planning, implementation, outcomes, and supporting and inhibiting factors of Qur'anic tahfidz learning through the talaqqi method at KOBER TAUD Baitul Muttaqin, Antapani District, Bandung City. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, tahfidz teachers, and parents. The findings indicate that the tahfidz program was planned according to early childhood characteristics by applying the talaqqi method as the primary learning approach. Learning was conducted every morning through direct teacher modeling followed by repeated imitation by the children in a supportive and enjoyable atmosphere. The program contributed to improvements in Qur'anic memorization, pronunciation, and the development of religious habits. Supporting factors included teacher commitment, appropriate learning facilities, parental involvement, and the suitability of the talaqqi method, while challenges involved unequal teacher tahsin competence, limited instructional time, and differences in children's memorization abilities. Overall, the implementation of the talaqqi method proved effective in supporting Qur'anic tahfidz learning for early childhood through a gradual, enjoyable, and child-centered approach. Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, hasil, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi pembelajaran tahfidz Al-Qur'an melalui metode talaqqi di KOBER TAUD Baitul Muttaqin Kecamatan Antapani Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru tahfidz, dan orang tua peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz dirancang sesuai karakteristik anak usia dini dengan menjadikan metode talaqqi sebagai metode utama pembelajaran. Pelaksanaan dilakukan setiap pagi melalui proses guru membacakan ayat, kemudian anak menirukan secara berulang dalam suasana belajar yang menyenangkan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan hafalan, kualitas pelafalan Al-Qur'an, serta pembentukan pembiasaan religius. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, metode talaqqi, sarana pembelajaran, dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi kemampuan tahsin guru yang belum seragam, keterbatasan waktu pembelajaran, dan perbedaan kemampuan hafalan anak. Dengan demikian, metode talaqqi efektif diterapkan dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur'an bagi anak usia dini karena dilaksanakan secara bertahap, menyenangkan, dan berorientasi pada kualitas bacaan.
Implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Karakter Disiplin Anak Usia 5-6 Tahun di RA Miftahul Khoir Fadila Kharisma; Masnipal; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 257-264
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.26018

Abstract

Abstract. Early childhood education plays an important role in shaping character as a foundation for facing technological development and the challenges of globalization. One effort undertaken is the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Program (P5) to instill disciplinary character from an early age. This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of the program in shaping disciplinary character of early childhood at RA Miftahul Khoir. This study used a descriptive qualitative method with a habituation approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation with the principal and a classroom teacher. The results show that the implementation of the P5 program for disciplinary character was carried out systematically through three stages, namely program planning, activity implementation, and outcome evaluation. Discipline was formed through consistent positive habituation both at school and at home, supported by teacher role modeling in time discipline, responsibility, physical hygiene, and social-emotional behavior. The findings show that most children have demonstrated the development of disciplinary character in accordance with the program objectives. The success of the P5 program was also supported by good cooperation between teachers and parents in habituating disciplinary behavior on an ongoing basis. Accordingly, the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Program at RA Miftahul Khoir has been carried out systematically and effectively in supporting the formation of disciplinary character in early childhood. Abstrak. Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan era globalisasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menanamkan karakter disiplin sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini di RA Miftahul Khoir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pembiasaan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk karakter disiplin anak dilaksanakan secara sistematis melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi hasil. Pembentukan karakter disiplin dilakukan melalui pembiasaan positif secara konsisten di sekolah maupun di rumah dengan keteladanan guru dalam disiplin waktu, tanggung jawab, kebersihan fisik, serta perilaku sosial dan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah menunjukkan perkembangan karakter disiplin sesuai tujuan program. Keberhasilan implementasi program ini juga didukung oleh kerja sama yang baik antara guru dan orang tua dalam membiasakan perilaku disiplin secara berkelanjutan. Dengan demikian, implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila di RA Miftahul Khoir telah terlaksana secara sistematis dan efektif dalam mendukung pembentukan karakter disiplin anak usia dini.