Enoh
Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Kegiatan Sensory Integration dalam Peningkatan Fokus Belajar Anak 5-6 Tahun di TK Islam Mutiara Hati Shafira Amalia Muflihah; Masnipal; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 123-132
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24805

Abstract

Abstract. This study was motivated by the still-low level of concentration among some 5–6-year-old children at Mutiara Hati Islamic Kindergarten in Bandung, as evidenced by their tendency to be easily distracted, pay little attention to the teacher, and have difficulty completing tasks. The study aims to analyze the implementation of sensory integration activities in improving children’s concentration, including activity preparation, implementation steps, and assessment. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that: (1) teachers prepared sensory integration activities systematically by setting objectives, selecting activities, preparing materials, and arranging the learning environment; (2) implementation steps were carried out before core learning through activities that stimulated the vestibular, proprioceptive, and tactile systems, accompanied by instructions, demonstrations, motivation, and guidance for the children; (3) Assessment was conducted through observation of the children’s responses and engagement during the activities; however, no specific assessment instruments based on early childhood assessment theory were used. It was concluded that the implementation of sensory integration activities supports learning readiness and helps improve children’s focus during learning, although the assessment aspect still needs to be developed to be more systematic. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya fokus belajar sebagian anak usia 5–6 tahun di TK Islam Mutiara Hati Bandung yang ditunjukkan melalui perilaku mudah terdistraksi, kurang memperhatikan guru, dan kesulitan menyelesaikan tugas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kegiatan sensory integration dalam peningkatan fokus belajar anak yang meliputi persiapan kegiatan, langkah-langkah pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru menyiapkan kegiatan sensory integration secara sistematis melalui penetapan tujuan, pemilihan aktivitas, penyiapan media, serta pengaturan lingkungan belajar. (2) Langkah-langkah pelaksanaan dilakukan sebelum pembelajaran inti melalui kegiatan yang menstimulasi sistem vestibular, proprioseptif, dan taktil disertai pemberian instruksi, demonstrasi, motivasi, dan pendampingan kepada anak. (3) Penilaian dilakukan melalui observasi terhadap respons dan keterlibatan anak selama kegiatan, namun belum menggunakan instrumen penilaian khusus yang mengacu pada teori penilaian anak usia dini. Disimpulkan bahwa implementasi kegiatan sensory integration mendukung kesiapan belajar dan membantu meningkatkan fokus belajar anak, meskipun aspek penilaiannya masih perlu dikembangkan agar lebih sistematis.
Pengaruh Problem Based Learning terhadap Pengenalan Kosakata Bahasa Arab pada Anak Usia 5–6 Tahun Dyah Larasati; Masnipal; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 141-148
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24835

Abstract

Abstract. The Arabic vocabulary recognition ability of early childhood students in Group B at TAUD Baitul Muttaqin Bandung was still not optimal, as many children experienced difficulties in remembering and recalling the vocabulary introduced during learning activities. This study aimed to examine: (1) children's Arabic vocabulary recognition ability before the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model; (2) the implementation of the PBL model in Arabic vocabulary learning; and (3) the effect of the PBL model on children's Arabic vocabulary recognition ability. This study employed a quantitative pre-experimental method using a One Group Pretest–Posttest Design. The participants were 11 children from Group B. Data were collected through an observation sheet based on a 1–5 Likert scale and analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and the Paired Sample t-test. The findings revealed that children's vocabulary recognition ability improved from the Beginning to Develop (MB) category (mean = 18.82) before the intervention to the Very Well Developed (BSB) category (mean = 39.73) after the implementation of PBL. The Paired Sample t-test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the Problem Based Learning model had a significant positive effect on improving early childhood Arabic vocabulary recognition. Abstrak. Kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak usia dini Kelompok B di TAUD Baitul Muttaqin Bandung masih belum optimal. Sebagian anak mengalami kesulitan dalam mengingat dan menyebutkan kembali kosakata yang telah diperkenalkan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak sebelum penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (2) pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pengenalan kosakata Bahasa Arab; dan (3) pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan pendekatan kuantitatif dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 11 anak Kelompok B. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi berbasis skala Likert 1–5, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak meningkat dari kategori Mulai Berkembang (MB) dengan rata-rata skor 18,82 menjadi kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan rata-rata skor 39,73 setelah penerapan Problem Based Learning. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak usia dini.
Efektivitas Media Penilaian Kognitif Bergambar dalam Menstimulasi Pemahaman Konsep Bilangan Anak Kelompok B di TKIT Ar-Royyan Indramayu Maylinda Aulia Putri; Masnipal; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 175-184
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25059

Abstract

Abstract. Early childhood cognitive development, particularly the understanding of number concepts, serves as a fundamental basis for children's readiness to learn mathematics at higher educational levels. Appropriate assessment is not only intended to measure children's developmental achievements but can also function as a learning stimulus when implemented through engaging and developmentally appropriate media. However, assessment practices in many early childhood education institutions continue to rely on developmental checklists, anecdotal records, and portfolios, which are considered less effective in stimulating children's active involvement during the assessment process. This study aimed to examine the effectiveness of Picture-Based Cognitive Assessment Media in stimulating number concept understanding among Group B children at TKIT Ar-Royyan Indramayu. The research employed a quantitative approach using a Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 34 children aged 5–6 years selected through saturated sampling. Data were collected using a validated and reliable picture-based cognitive assessment instrument. Data analysis included descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, Paired Sample t-test, and Normalized Gain (N-Gain). The findings revealed that the average pretest score increased from 6.5882 to 8.2647 in the posttest. The Paired Sample t-test produced a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between pretest and posttest scores. Furthermore, the average N-Gain score of 0.3971 was categorized as moderate. These findings indicate that Picture-Based Cognitive Assessment Media is effective in stimulating children's understanding of number concepts and may serve as an innovative assessment alternative in early childhood education. Abstrak. Pemahaman konsep bilangan merupakan salah satu kemampuan kognitif dasar yang perlu dikembangkan sejak usia dini karena menjadi landasan bagi kesiapan anak dalam mempelajari konsep matematika pada jenjang pendidikan berikutnya. Penilaian dalam pendidikan anak usia dini tidak hanya berfungsi untuk mengetahui capaian perkembangan anak, tetapi juga dapat menjadi sarana stimulasi apabila dilaksanakan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik belajar anak. Namun, pelaksanaan penilaian di berbagai lembaga PAUD masih didominasi oleh penggunaan ceklis perkembangan, catatan anekdot, dan portofolio sehingga keterlibatan aktif anak dalam proses asesmen belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Media Penilaian Kognitif Bergambar dalam menstimulasi pemahaman konsep bilangan anak kelompok B di TKIT Ar-Royyan Indramayu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design melalui desain One-Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 34 anak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Media Penilaian Kognitif Bergambar yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired Sample t-test, dan uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 6,5882 meningkat menjadi 8,2647 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan anak sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,3971 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, Media Penilaian Kognitif Bergambar efektif digunakan untuk menstimulasi pemahaman konsep bilangan anak kelompok B di TKIT Ar-Royyan Indramayu.
Efektivitas Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat Anak Usia Dini Meli Mulyati; Masnipal; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 265-272
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.26039

Abstract

Abstract. This study aims to examine the effectiveness of the Seven Habits of Great Indonesian Children (G7 KAIH) program in improving healthy living behavior among young children and to describe its implementation in kindergarten settings. The study focuses on four habits directly related to healthy living behavior: waking up early, exercising, eating healthy and nutritious food, and going to bed early. A mixed-methods approach with a sequential explanatory design was employed. Quantitative data were collected through questionnaires completed by parents, while qualitative data were obtained through interviews with school principals and observations to explain the quantitative findings. The quantitative data involved 39 parents, while the qualitative data were obtained from three school principals. The research instrument consisted of 20 yes/no items. The findings indicate that the program was effective in improving children’s healthy living behavior and that the statistical test produced a significant result. Qualitative findings indicate that consistency, repetition, adult modeling, and continuity between school and home are important factors in successful habit formation. These findings suggest that G7 KAIH can serve as a relevant habituation approach for supporting healthy lifestyle formation in early childhood. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7 KAIH) dalam meningkatkan perilaku hidup sehat anak usia dini serta mendeskripsikan pelaksanaan program di satuan Taman Kanak-kanak. Penelitian difokuskan pada empat kebiasaan yang secara langsung berkaitan dengan perilaku hidup sehat, yaitu bangun pagi, berolahraga, makan sehat dan bergizi, serta tidur cepat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif dilakukan melalui kuesioner kepada orang tua, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan observasi untuk memperjelas hasil kuantitatif. Data kuantitatif berasal dari 39 orang tua, sedangkan data kualitatif diperoleh dari tiga kepala sekolah. Instrumen penelitian terdiri atas 20 butir pernyataan dengan bentuk jawaban ya/tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program efektif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat anak usia dini dan hasil pengujian menunjukkan signifikansi. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa keberhasilan pembiasaan dipengaruhi oleh konsistensi, pengulangan, keteladanan guru dan orang tua, serta kesinambungan pembiasaan antara sekolah dan rumah. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa G7 KAIH dapat menjadi pendekatan pembiasaan yang relevan untuk membantu anak membangun pola hidup sehat sejak dini.
Implementasi Metode Montessori dalam Mengembangkan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini di Vidya Montessori Studio Kota Cimahi Dariah Meilana; Masnipal; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 281-290
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.26172

Abstract

Abstract. This study is motivated by the importance of expressive language development as a foundation for early childhood communication skills and the ability to articulate ideas, feelings, and needs. Vidya Montessori Studio employs a child-centered Montessori method; thus, it is essential to examine its application in fostering expressive language development.This study aims to describe the planning, implementation, and outcomes, as well as the supporting and inhibiting factors, associated with the use of the Montessori method for expressive language development among young children at Vidya Montessori Studio. A qualitative approach with a descriptive method was employed. The research subjects were teachers at Vidya Montessori Studio. Data were collected through interviews and subsequently analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was verified through triangulation of sources, techniques, and time. The results indicate that lesson planning begins with observing child development to serve as the basis for creating Individual Lesson Plans (ILPs). Implementation adheres to Montessori principles, featuring teachers as facilitators, the use of Montessori materials, two-way communication, and "freedom within limits." The findings demonstrate an improvement in the children's expressive language abilities. Supporting factors include teacher competence, a conducive learning environment, the availability of Montessori materials, and parental cooperation; conversely, inhibiting factors include variations in children's characteristics, mood, and the process of adapting to Montessori-style learning. The application of the Montessori method effectively supports optimal expressive language development through child-centered learning. Abstrak. Penelitian ini di latar belakangi oleh pentingnya pengembangan bahasa ekspresif sebagai dasar kemampuan anak usia dini dalam berkomunikasi, mengungkapkan ide, perasaan, dan kebutuhan. Vidya Montessori Studio menerapkan metode Montessori yang berpusat pada anak sehingga perlu dikaji penerapannya dalam mengembangkan bahasa ekspresif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, hasil, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan metode Montessori dalam mengembangkan bahasa ekspresif anak usia dini di Vidya Montessori Studio. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru di Vidya Montessori Studio. Data dikumpulkan melalui wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran diawali dengan observasi perkembangan anak sebagai dasar penyusunan Individual Lesson Plan (ILP). Pelaksanaan pembelajaran menerapkan prinsip Montessori dengan guru sebagai fasilitator, penggunaan material Montessori, komunikasi dua arah, dan freedom within limits. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa ekspresif anak. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, ketersediaan material Montessori, dan kerja sama orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakteristik anak, suasana hati, serta proses adaptasi terhadap pembelajaran Montessori. Penerapan metode Montessori mampu mendukung perkembangan bahasa ekspresif anak secara optimal melalui pembelajaran yang berpusat pada anak.