Andi Iqbal Pratama
Kementerian Agama, Republik Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Peran Kewirausahaan Sosial Pesantren melalui Program One Pesantren One Product (OPOP) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Bayu Kharisma; Rifki Ramadhan Fuady; Andi Iqbal Pratama; Zulfikar Zulfikar; Fajrin Widiharto; Maya Safritri; Dian Agustin
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1645

Abstract

Kewirausahaan sosial dapat menjadi alternatif solusi dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Program One Pesantren One Product (OPOP) yang dicanangkan oleh Pemerintah Jawa Barat pada tahun 2018 sampai akhir tahun 2023 telah berhasil membuat sejumlah pesantren yang berada di Provinsi Jawa Barat menjadi mandiri dan mampu menyerap tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kewirausahaan sosial pesantren melalui program one pesantren one product (OPOP) dan merekomendasikan strategi optimalisasi di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan kerangka analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan 4 (empat) metode analisis yaitu analisis Aktual, Problematika, Kekhalayakan, dan Layak (APKL), Urgency, Seriousness, Growth (USG), Fishbone Diagram, SWOT dan Tes Litmus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: (1) penguatan pembinaan, dimana perlu dilakukan pembinaan yang lebih komprehensif, meliputi pelatihan manajemen bisnis, pemasaran, keuangan, dan pengembangan produk; (2) pengembangan serikat ekonomi pesantren dengan didorongnya pembentukan dan penguatan serikat ekonomi pesantren untuk meningkatkan kerjasama antar pesantren; (3) pemanfaatan teknologi yaitu pesantren perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produk, misalnya melalui e-commerce dan (4) kemitraan dengan berbagai pihak adalah perlunya dibangun kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan dunia usaha, untuk mendukung pengembangan usaha pesantren. Rekomendasi penelitian ini bahwa pemerintah Kota Tasikmalaya harus mengoptimalkan pesantren yang memiliki potensi bisnis yang sangat besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya harus mengoptimalkan pesantren dengan potensi bisnis yang sangat besar untuk menarik stakeholder menjadi leading sector.