Jurnal Penelitian Inovatif
Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025

Optimalisasi Peran Kewirausahaan Sosial Pesantren melalui Program One Pesantren One Product (OPOP) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat

Bayu Kharisma (Program Magister Ekonomi Terapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia)
Rifki Ramadhan Fuady (Kementerian Agama, Republik Indonesia)
Andi Iqbal Pratama (Kementerian Agama, Republik Indonesia)
Zulfikar Zulfikar (Kementerian Agama, Republik Indonesia)
Fajrin Widiharto (Kementerian Agama, Republik Indonesia)
Maya Safritri (Kementerian Agama, Republik Indonesia)
Dian Agustin (Kementerian Agama, Republik Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2025

Abstract

Kewirausahaan sosial dapat menjadi alternatif solusi dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Program One Pesantren One Product (OPOP) yang dicanangkan oleh Pemerintah Jawa Barat pada tahun 2018 sampai akhir tahun 2023 telah berhasil membuat sejumlah pesantren yang berada di Provinsi Jawa Barat menjadi mandiri dan mampu menyerap tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kewirausahaan sosial pesantren melalui program one pesantren one product (OPOP) dan merekomendasikan strategi optimalisasi di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan kerangka analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan 4 (empat) metode analisis yaitu analisis Aktual, Problematika, Kekhalayakan, dan Layak (APKL), Urgency, Seriousness, Growth (USG), Fishbone Diagram, SWOT dan Tes Litmus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: (1) penguatan pembinaan, dimana perlu dilakukan pembinaan yang lebih komprehensif, meliputi pelatihan manajemen bisnis, pemasaran, keuangan, dan pengembangan produk; (2) pengembangan serikat ekonomi pesantren dengan didorongnya pembentukan dan penguatan serikat ekonomi pesantren untuk meningkatkan kerjasama antar pesantren; (3) pemanfaatan teknologi yaitu pesantren perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produk, misalnya melalui e-commerce dan (4) kemitraan dengan berbagai pihak adalah perlunya dibangun kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan dunia usaha, untuk mendukung pengembangan usaha pesantren. Rekomendasi penelitian ini bahwa pemerintah Kota Tasikmalaya harus mengoptimalkan pesantren yang memiliki potensi bisnis yang sangat besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya harus mengoptimalkan pesantren dengan potensi bisnis yang sangat besar untuk menarik stakeholder menjadi leading sector.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jupin

Publisher

Subject

Humanities Education Engineering Public Health Social Sciences

Description

Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif ...