Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH FAKTOR MEDIS TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER SECARA SIMULTAN DAN PARSIAL Tresi Aprilia; Supriyanto Supriyanto; Muhammad Achsin Samas; Hafni Aulida
DINAMIS Vol 23 No 1 (2026): Jurnal Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v23i1.1650

Abstract

Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh berbagai faktor medis yang dapat digunakan sebagai indikator dalam memprediksi kondisi kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor medis berupa usia (AGE), kadar low-density lipoprotein (LDL), dan high-density lipoprotein (HDL) terhadap perkembangan penyakit setelah satu tahun pengamatan (Y) menggunakan metode regresi linier secara simultan dan parsial. Data yang digunakan merupakan data medis pasien yang mencakup variabel perkembangan penyakit sebagai variabel dependen dan faktor-faktor medis sebagai variabel independen. Tahapan penelitian meliputi analisis deskriptif, visualisasi data menggunakan scatter plot, serta pembentukan model regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel HDL memiliki hubungan negatif yang lebih kuat terhadap perkembangan penyakit dibandingkan AGE dan LDL. Sementara itu, variabel AGE menunjukkan hubungan positif namun relatif lemah, sedangkan LDL memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap perkembangan penyakit. Analisis simultan menunjukkan bahwa AGE, LDL, dan HDL secara bersama-sama berkontribusi dalam menjelaskan variasi perkembangan penyakit, meskipun kemampuan model masih terbatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor medis tertentu memiliki tingkat pengaruh yang berbeda terhadap perkembangan penyakit. Oleh karena itu, model regresi linier dapat digunakan sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam perkembangan penyakit dan mendukung pengambilan keputusan di bidang kesehatan.
Analysis of B2B Agricultural E-Commerce Model Based on Institutional Buyer Adoption Using the UTAUT Framework Surya Danang; Supriyanto Supriyanto; Paske Victory Modaso; Reifan Ratu
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.8347

Abstract

This study analyzes institutional buyers’ need for and intention to adopt B2B agricultural e-commerce in Manado City and the factors shaping that intention, using UTAUT extended with Trust. A quantitative explanatory approach was applied to institutional buyers across sectors including restaurants/cafes, hotels, hospitals, catering, modern markets and MBG kitchens; 115 of 120 responses were retained after screening for careless responding and analyzed by PLS-SEM in SmartPLS 4, with nine hypotheses tested via 5,000-subsample bootstrapping. Adoption intention is predominantly low: mean Behavioral Intention is 1.96 on a 1–5 scale (SD = 0.75), with 80.9% of respondents low or very low, 13.0% moderate and 6.1% high. Seven of nine hypotheses were supported. Ranked by total effect, the determinants are Effort Expectancy (β = 0.345; p = 0.003), Facilitating Conditions (β = 0.291; p = 0.020), Social Influence (β = 0.250; p = 0.001) and Trust (β = 0.235; p = 0.020). Performance Expectancy has no significant direct effect (β = −0.033; p = 0.803) but is the strongest antecedent of Trust (β = 0.438; p < 0.001), producing full mediation (indirect β = 0.103; p = 0.019). The model explains R² = 0.653 of Behavioral Intention and R² = 0.669 of Trust. Developers and local government should prioritize interface simplicity, logistics reliability and trust infrastructure over feature or price competition. Findings should be read with caution given narrow discriminant margins and a pronounced floor effect.