This Author published in this journals
All Journal IJEMA
Mutiara Firda Yani
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efisiensi Pengelolaan Aset Tetap Pada PT Roda Drilling Nusantara Periode 2021-2025 Mutiara Firda Yani; Helmy Ivan Taruna
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 9 (2026): IJEMA - September 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pengelolaan aset tetap pada PT Roda Drilling Nusantara (RDN), perusahaan jasa penyewaan alat berat pengeboran (onshore) periode 2021-2025 dengan menggunakan pendekatan metode rasio aktivitas dan profitabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-statistik memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan internal perusahaan unaudited. Hasil analisis rasio aktivitas menunjukkan nilai Fixed Asset Turnover (FATO) dan Total Asset Turnover (TATO) berada pada kategori sangat rendah dan belum optimal disebabkan oleh tingginya nilai aset tetap menganggur berupa armada rig pasca-pandemi serta terhambatnya proses negosiasi kontrak proyek baru. Sementara itu, analisis profitabilitas mengungkapkan terjadinya penurunan serius pada Return on Assets (ROA) hingga mencapai nilai minus 20,81 persen pada tahun 2025 akibat akumulasi kerugian operasional menahun. Di sisi lain, nilai Return on Equity (ROE) merefleksikan angka positif semu sangat ekstrem sebesar 768,10 persen pada tahun 2024 dan 88,96 persen pada tahun 2025. Kondisi tersebut merupakan anomali matematika akuntansi yang terjadi bukan karena peningkatan kinerja keuangan, melainkan akibat terkikisnya seluruh modal bersih perusahaan hingga mengalami defisit (negative equity). Berdasarkan temuan, disarankan kepada manajemen merekonstruksi strategi pemasaran kontrak jangka panjang, mengoptimalkan utilitas aset menganggur melalui mekanisme sub-contract, memperketat tata kelola penagihan piutang usaha, serta melakukan rekapitalisasi modal demi memulihkan posisi ekuitas