Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, motivasi belajar, serta karakter WASAKA (kerja keras) murid pada muatan IPAS di kelas V SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat satu arah, kurangnya keterlibatan aktif murid, serta minimnya penggunaan model pembelajaran yang inovatif. Dampaknya, murid belum mampu berpikir kritis dalam memahami materi, kurang termotivasi dalam belajar, serta belum menunjukkan karakter kerja keras secara optimal, sehingga hasil belajar masih rendah. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran CERDAS yang merupakan kombinasi dari Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Index Card Match (ICM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, motivasi belajar, karakter WASAKA, serta hasil belajar murid. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin berjumlah 21 siswa dengan 10 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui hasil belajar siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini dihitung menggunakan analisis deskriptif dan analisis kecenderungan seluruh faktor penelitian (cross analysis). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai skor 32 dengan kriteria “sangat baik”, aktivitas siswa mencapai 91% dengan kriteria “sangat aktif”, keterampilan berpikir kritis mencapai 86% dengan kriteria “sangat terampil”, kemampuan motivasi mencapai 95% dengan kriteria “sangat aktif”, dan karakter wasaka mencapai 90% dengan kriteria “sangat membudaya”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model CERDAS dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, motivasi, dan karakter wasaka siswa kelas VA di SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin. Peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat menjadi referensi dalam menerapkan model pembelajaran utnuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan hasil belajar.