Muhsinah Annisa
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kerjasama, Dan Karakter Wasaka Muatan IPAS Model PBL, Make A Macth, Dan NHT Pada Murid Kelas IV Sekolah Dasar Najmi Ulya; Muhsinah Annisa
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.973

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangmya keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, serta karakter WASAKA (kerja keras) dipembelajaran IPAS sekolah dasar. Upaya perbaikan dilakukan melalui kombinasi model  PBL, Make a Match, dan NHT. Penelitian ini berfokus pada analisis aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerjasama, karakter WASAKA (kerja keras) dalam proses pendidikan IPAS. Metode yang diterapkan adalah PTK yang dilakukan dalam empat sesi. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 13 siswa kelas IV di sekolah dasar. Hasil dari studi menunjukkan adanya kemajuan dalam setiap variabel yang diteliti. Aktivitas guru memperoleh skor 32 dengan kategori sangat baik, aktivitas murid mencapai 92% kategori sangat aktif, keterampilan berpikir kritis mencapai 100% kategori sangat kritis, keterampilan kerja sama mencapai 100% kategori sangat terampil, karakter WASAKA (kerja keras) mencapai 92% kategori sudah membudaya, sedangkan hasil belajar murid mencapai ketuntasan klasikal sebesar 100%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kombinasi model PBL, Make a Match, dan NHT mampu meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran IPAS.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kerjasama, Karakter Kayuh Baimbai Mata Pelajaran IPAS Menggunakan Model Project Based Learning, Numbered Heads Together, dan Talking Stick Pada Kelas V Sekolah Dasar Nurul Adha; Muhsinah Annisa
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.974

Abstract

Keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan karakter Kayuh Baimbai murid kelas V pada pembelajaran IPAS di SDN Melayu 11 Banjarmasin masih rendah karena murid belum terbiasa menganalisis permasalahan kontekstual, berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok, dan menerapkan nilai gotong royong. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan karakter Kayuh Baimbai melalui penerapan model BINTANG yang mengintegrasikan Project Based Learning, Numbered Heads Together, dan Talking Stick. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 15 murid kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, rubrik penilaian, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap siklus hingga mencapai indikator keberhasilan, yaitu keterampilan berpikir kritis sebesar 86,67%, kerja sama sebesar 93,33%, dan karakter Kayuh Baimbai sebesar 86,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa model BINTANG dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan penguatan karakter berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Implementasi Model Cerdas Dalam Meningkatkan Berpikir Kritis, Motivasi Dan Karakter Wasaka Pada Muatan IPAS Di Siswa Sekolah Dasar Muzalifah Muzalifah; Muhsinah Annisa
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.947

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, motivasi belajar, serta karakter WASAKA (kerja keras) murid pada muatan IPAS di kelas V SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat satu arah, kurangnya keterlibatan aktif murid, serta minimnya penggunaan model pembelajaran yang inovatif. Dampaknya, murid belum mampu berpikir kritis dalam memahami materi, kurang termotivasi dalam belajar, serta belum menunjukkan karakter kerja keras secara optimal, sehingga hasil belajar masih rendah. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran CERDAS yang merupakan kombinasi dari Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Index Card Match (ICM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, motivasi belajar, karakter WASAKA, serta hasil belajar murid. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin berjumlah 21 siswa dengan 10 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui hasil belajar siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini dihitung menggunakan analisis deskriptif dan analisis kecenderungan seluruh faktor penelitian (cross analysis). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai skor 32 dengan kriteria “sangat baik”, aktivitas siswa mencapai 91% dengan kriteria “sangat aktif”, keterampilan berpikir kritis mencapai 86% dengan kriteria “sangat terampil”, kemampuan motivasi mencapai 95% dengan kriteria “sangat aktif”, dan karakter wasaka mencapai 90% dengan kriteria “sangat membudaya”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model CERDAS dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, motivasi, dan karakter wasaka siswa kelas VA di SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin. Peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat menjadi referensi dalam menerapkan model pembelajaran utnuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan hasil belajar.