Brigitta Mayawati
Universitas Hang Tuah Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Pelayanan Digital E-SID Dalam Konteks Budaya Pelayanan Publik Di KSOP Utama Tanjung Perak Brigitta Mayawati; Sri Umiyati; Tresna Kusumawati
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.995

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pelayanan digital Electronic-Seafarer Identity Document (E-SID) dalam konteks budaya pelayanan publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas Utama Tanjung Perak. Digitalisasi layanan maritim sering dipandang sebatas modernisasi teknologi, padahal esensinya menuntut perubahan budaya birokrasi secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi , lalu dianalisis menggunakan sintesis teori Budaya Organisasi Edgar Schein (Artifacts, Espoused Values, Basic Assumptions) dan dimensi Kualitas Pelayanan Parasuraman (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama (Artefak/Tangibles), infrastruktur biometrik standar ILO 185 berhasil meningkatkan bukti fisik dan citra birokrasi modern, namun keandalannya sangat bergantung pada stabilitas server pusat. Kedua (Nilai yang Dianut/Assurance & Reliability), penerapan SOP keamanan siber menumbuhkan jaminan keamanan (Assurance) yang tinggi bagi pelaut, meskipun konsistensi waktu layanan (Reliability) sering terhambat oleh fluktuasi jaringan sentralistik. Ketiga (Asumsi Dasar/Empathy & Responsiveness), terjadi pergeseran mentalitas aparatur dari paradigma "penguasa loket" menjadi fasilitator solutif. Kesenjangan literasi digital pelaut senior justru memicu peningkatan dimensi empati dan daya tanggap petugas. Kesimpulannya, transformasi E-SID membuktikan bahwa teknologi hanyalah alat; kualitas pelayanan publik digital yang paripurna tetap bergantung pada humanisme aparatur (brainware) dalam menjembatani keterbatasan sistem dan literasi masyarakat.