Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Program Kampung Bahari Nusantara (KBN) dalam program pemberdayaan masyarakat pesisir yang diinisiasi oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui pendekatan yang mengintegrasikan lima klaster, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan pertahanan. Berangkat dari adanya kesenjangan antara keberhasilan pembangunan fisik lima klaster Program KBN dengan keberlanjutan implementasi program pada fase pascapembangunan di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan unsur TNI AL, Pemerintah Desa, BUMDes, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Kampung Bahari Nusantara telah berjalan pada lima klaster utama, namun keberlanjutannya belum optimal. Dimensi komunikasi menunjukkan koordinasi antaraktor telah terbangun, tetapi belum berlangsung secara rutin. Pada dimensi sumber daya masih ditemukan keterbatasan anggaran operasional, sumber daya manusia, dan keberlanjutan pembinaan. Dimensi disposisi menunjukkan adanya komitmen pelaksana yang tinggi, meskipun partisipasi dan kemandirian masyarakat belum merata. Dimensi struktur birokrasi memperlihatkan pembagian peran antaraktor telah terbentuk, tetapi mekanisme koordinasi dan evaluasi belum terintegrasi. Faktor pendukung meliputi komitmen para pemangku kepentingan, potensi wisata bahari, dukungan masyarakat dan sinergi kelembagaan.