Purnomo
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja Toko UD.X Syanindita Salma Khairunnisa; Siska Nia Irasanti; Purnomo
Bandung Conference Series: Medical Science 1537-1544
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22099

Abstract

Abstract. Musculoskeletal Disorders (MSDs) are conditions affecting the musculoskeletal system that may arise from prolonged static loads and repetitive activities. This study aimed to describe work posture, musculoskeletal complaints, and to analyze the relationship between the two among workers at UD. X. An analytic quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study sample consisted of 58 workers who met the inclusion criteria and were selected using a total sampling technique. Work posture was assessed using the BRIEF Survey, while musculoskeletal complaints were measured using the validated Medical History Checklist: Symptoms Survey for Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs). Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Fisher–Freeman–Halton Exact Test. The results showed that most respondents had a moderate-risk work posture (44.8%) and mild musculoskeletal complaints (grade 1) (58.6%). Statistical analysis indicated no significant association between work posture and musculoskeletal complaints (p = 0.893). The absence of a significant relationship may be attributed to variations in work activities, frequent changes in working positions, and the predominance of mild complaints influenced by non-postural factors. Abstrak. Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada sistem otot dan rangka yang dapat timbul akibat beban statis dan aktivitas berulang dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran postur kerja, keluhan muskuloskeletal, serta hubungan antara keduanya pada pekerja Toko Bangunan UD. X. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 58 responden dengan teknik total sampling. Penilaian postur kerja dilakukan menggunakan BRIEF Survey, sedangkan keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan Medical History Checklist: Symptoms Survey for Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki postur kerja dengan risiko sedang (44,8%) dan keluhan muskuloskeletal derajat 1 (58,6%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara postur kerja dan keluhan muskuloskeletal (p = 0,893). Tidak signifikannya hubungan diduga dipengaruhi oleh variasi aktivitas kerja, perubahan posisi, serta faktor non-postural lainnya.
Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeleta Pada Peternak Sapi Perah Desa Wangunsari Fadlin Lili Syabani; Purnomo; Budiman
Bandung Conference Series: Medical Science 687-696
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22331

Abstract

Abstract. Musculoskeletal disorders (MSDs) are the leading cause of work disability globally, especially in the livestock sector which involves heavy physical activity and non-ergonomic postures. This study aims to determine the relationship between work posture and musculoskeletal complaints in dairy farmers in Wangunsari Village, Lembang District. The method used is observational analytic with a cross-sectional design. A sample of 176 farmers was selected through a simple random sampling technique. Data were collected using the BRIEF Survey instrument for posture assessment and the Nordic Body Map (NBM) for musculoskeletal complaints. The results showed that most farmers had a moderate to high risk of work posture, especially in the wrist (98.9% high risk). The level of risk of musculoskeletal complaints was dominated by the moderate category (59.1%). However, bivariate analysis showed no statistically significant relationship between work posture and the risk of musculoskeletal complaints in all body parts analyzed (p > 0.05). This indicates that despite the risky work posture, complaints experienced by farmers are still at a moderate level, which may be influenced by adaptation factors or work duration. Abstrak. Gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan penyebab utama disabilitas kerja secara global, terutama pada sektor peternakan yang melibatkan aktivitas fisik berat dan postur tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada peternak sapi perah di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 176 peternak dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen BRIEF Survey untuk penilaian postur dan Nordic Body Map (NBM) untuk keluhan muskuloskeletal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peternak memiliki risiko postur kerja kategori sedang hingga tinggi, terutama pada pergelangan tangan (98,9% risiko tinggi). Tingkat risiko keluhan muskuloskeletal didominasi oleh kategori sedang (59,1%). Namun, analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara postur kerja dengan risiko keluhan muskuloskeletal pada seluruh bagian tubuh yang dianalisis (p > 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun postur kerja berisiko, keluhan yang dirasakan peternak masih berada pada tingkat moderat, yang mungkin dipengaruhi oleh faktor adaptasi atau durasi kerja.