Selection is one of the efforts to improve the genetic quality of bali cows which can be carried out through the evaluation of body measurements as a basis for determining selection criteria. This study aimed to determine the body measurement performance and selection response of bali cows based on the measured body dimensions. The research was conducted in Kubu and Abang Districts, Karangasem Regency, Bali, using 71 bali cows grouped by age according to SNI 7651-4:2023 into I0, I1, I2, and I3 groups. The variables observed were body length, withers height, and chest girth. Data were analyzed descriptively to obtain mean and standard deviation, and selection response was calculated using the formula R = h² × i × Sd. The results showed that the mean body length, withers height, and chest girth increased with age, and the selection response of body length and withers height was higher than chest girth. It can be concluded that selection based on body length and withers height is more effective in improving the genetic quality of Bali cows in Karangasem Regency. ABSTRAK Seleksi merupakan salah satu upaya peningkatan mutu genetik sapi bali betina yang dapat dilakukan melalui evaluasi ukuran tubuh sebagai dasar penentuan kriteria seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja ukuran tubuh dan respon seleksi sapi bali betina berdasarkan ukuran tubuh yang diukur. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kubu dan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, menggunakan 71 ekor sapi bali betina yang dikelompokkan berdasarkan umur menurut SNI 7651-4:2023 menjadi kelompok I0, I1, I2, dan I3. Variabel yang diamati meliputi panjang badan, tinggi pundak, dan lingkar dada. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh rataan dan simpangan baku, kemudian dihitung respon seleksi menggunakan rumus R = h² × i × Sd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan panjang badan, tinggi pundak, dan lingkar dada meningkat seiring bertambahnya umur, dan respon seleksi panjang badan serta tinggi pundak lebih tinggi dibandingkan lingkar dada. Dapat disimpulkan bahwa seleksi berdasarkan panjang badan dan tinggi pundak lebih efektif untuk meningkatkan mutu genetik sapi bali betina di Kabupaten Karangasem.