Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI KINERJA DAN PENDUGAAN RESPON SELEKSI UKURAN TUBUH SAPI BALI BETINA DI KABUPATEN KARANGASEM N., Sitepu,; D.A. Warmadewi,; I.N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 14 No. 2 (2026): Vol. 14 No. 2 (2026): Vol. 14 No. 2(2026)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selection is one of the efforts to improve the genetic quality of bali cows which can be carried out through the evaluation of body measurements as a basis for determining selection criteria. This study aimed to determine the body measurement performance and selection response of bali cows based on the measured body dimensions. The research was conducted in Kubu and Abang Districts, Karangasem Regency, Bali, using 71 bali cows grouped by age according to SNI 7651-4:2023 into I0, I1, I2, and I3 groups. The variables observed were body length, withers height, and chest girth. Data were analyzed descriptively to obtain mean and standard deviation, and selection response was calculated using the formula R = h² × i × Sd. The results showed that the mean body length, withers height, and chest girth increased with age, and the selection response of body length and withers height was higher than chest girth. It can be concluded that selection based on body length and withers height is more effective in improving the genetic quality of Bali cows in Karangasem Regency. ABSTRAK Seleksi merupakan salah satu upaya peningkatan mutu genetik sapi bali betina yang dapat dilakukan melalui evaluasi ukuran tubuh sebagai dasar penentuan kriteria seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja ukuran tubuh dan respon seleksi sapi bali betina berdasarkan ukuran tubuh yang diukur. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kubu dan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, menggunakan 71 ekor sapi bali betina yang dikelompokkan berdasarkan umur menurut SNI 7651-4:2023 menjadi kelompok I0, I1, I2, dan I3. Variabel yang diamati meliputi panjang badan, tinggi pundak, dan lingkar dada. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh rataan dan simpangan baku, kemudian dihitung respon seleksi menggunakan rumus R = h² × i × Sd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan panjang badan, tinggi pundak, dan lingkar dada meningkat seiring bertambahnya umur, dan respon seleksi panjang badan serta tinggi pundak lebih tinggi dibandingkan lingkar dada. Dapat disimpulkan bahwa seleksi berdasarkan panjang badan dan tinggi pundak lebih efektif untuk meningkatkan mutu genetik sapi bali betina di Kabupaten Karangasem.
PERFRORMANS DAN KERAGAMAN FENOTIPIK DIMENSI TUBUH SAPI BALI BETINA DI KOTA DENPASAR A. E., Rajagukguk,; D.A. Warmadewi,; I.N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 14 No. 2 (2026): Vol. 14 No. 2 (2026): Vol. 14 No. 2(2026)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morphological traits serve as a critical parameters for evaluating the productivity alongside suitability of female Bali cattle as breeding stock. The variations in body dimensions that occur in every age group reflects the growth conditions and the level of uniformity in a livestock population. This research was conducted in Denpasar, initially to evaluate the performance and the coefficient of variation of body dimensions of female cattle, as well as their complience with the Indonesian National Standard (SNI 7651-4:2023). The research was carried on by using a measurement method on female Bali cattle grouped based on dental age, namely, I0,I1,I2,I3, and I4. Parameters observed included shoulder height, body length, and chest circumference. Data analysis was performed descriptively to obtain the mean, standard deviation, and coefficient of variation. The results indicate that the average dimensions of female Bali cattle body are lower than SNI 7661-4:2023.The CV (Coefficient of Variation) value for the performance of body dimensions in female Bali cattle across all age groups is low (<15%), pointing to a homogeneous livestock population. The conclusion is that the performance of body dimensions of female Bali cattle in Denpasar has not entirely met the Indonesian National Standard (SNI 7561-4:2023) ABSTRAK Dimensi tubuh menjadi indikator krusial untuk menilai performans serta kesesuaian sapi bali betina sebagai ternak bibit. Variasi dimensi tubuh yang terjadi pada setiap kelompok umur mencerminkan kondisi pertumbuhan dan tingkat keseragaman populasi ternak. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Denpasar dengan tujuan mengevaluasi performans dan koefisien keragaman dimensi tubuh sapi bali betina serta kesesuaiannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 7651-4:2023). Penelitian dilakukan menggunakan metode pengukuran pada sapi bali betina yang diklasifikasikan berdasarkan umur gigi, yaitu I0, I1, I2, I3, dan I4. Parameter yang diamati mencakup tinggi pundak, ukuran panjang badan, dan lingkar dada. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh rataan, standar deviasi, dan koefisien keragaman. Dapat disimpulkan hasil pengukuran performans dimensi tubuh menunjukkan bahwa rataan dimensi tubuh sapi bali betina sebagian besar lebih rendah dibandingkan dengan SNI 7651-4:2023. Nilai KK ukuran morfometrik sapi bali betina di seluruh tingkatan usia rendah (<15%), yang menunjukkan populasi ternak homogen.
PENAMPILAN DAN NILAI PEMULIAAN SIFAT PRODUKSI SAPI BALI BETINA DI KABUPATEN TABANAN A. P. R., Manik,; D.A. Warmadewi,; I.N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 14 No. 2 (2026): Vol. 14 No. 2 (2026): Vol. 14 No. 2(2026)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali cattle are an indigenous Indonesian genetic resource that need to be preserved and genetically improved through the measurement of production trait performance and breeding values as a basis for selection programs. This study aimed to evaluate the performance of production traits compared with SNI 7651-4:2023 and to estimate the breeding values of female Bali cattle in Tabanan Regency. The research material consisted of 84 female Bali cattle grouped by age (I0–I4). The observed variables included withers height, body length, and chest girth, which were measured directly and analyzed descriptively to obtain the mean and standard deviation. Breeding values were calculated using the individual selection method based on heritability estimates and the deviation of individual performance from the population mean. The results showed that the performance of production traits, namely withers height, body length, and chest girth, met the minimum quantitative requirements set in SNI 7651-4:2023. The breeding values of production traits varied from negative to positive across age groups. It can be concluded that female Bali cattle in Tabanan Regency have met the SNI 7651-4:2023 standard and that the obtained breeding values can be used as a basis for selection. ABSTRAK Sapi bali merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang perlu dilestarikan dan ditingkatkan mutu genetiknya melalui pengukuran penampilan sifat produksi dan nilai pemuliaan sebagai dasar program seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan sifat produksi dibandingkan dengan SNI 7651-4:2023 serta nilai pemuliaan sifat produksi sapi bali betina di Kabupaten Tabanan. Materi penelitian menggunakan 84 ekor sapi bali betina yang dikelompokkan berdasarkan umur (I0-I4). Data yang diamati meliputi tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada diukur secara langsung dan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh rataan dan standar deviasi. Nilai pemuliaan dihitung menggunakan metode individu berdasarkan nilai heritabilitas dan selisih performa individu terhadap rataan populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan sifat produksi tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada telah memenuhi persyaratan minimum kuantitatif yang ditetapkan dalam SNI 7651-4:2023. Nilai pemuliaan sifat produksi menunjukkan variasi dari negatif hingga positif pada setiap kelompok umur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi bali betina di Kabupaten Tabanan telah memenuhi SNI 7651-4:2023 dan nilai pemuliaan yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar seleksi.