Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Salatiga Literacy Club (SLC) sebagai komunitas literasi berbasis ruang publik dalam meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis di Kota Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 8 informan kunci (pengurus, anggota aktif, dan mitra komunitas), observasi partisipatif selama 4 minggu pada kegiatan rutin SLC, serta analisis dokumen berupa catatan kegiatan dan karya anggota. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa SLC berperan melalui tiga bentuk utama: (1) peran aktif dalam menyelenggarakan kegiatan diskusi buku mingguan di ruang kafe, (2) peran pasif melalui partisipasi dalam acara literasi eksternal, dan (3) peran partisipatif dengan melibatkan anggota dalam proses pengambilan keputusan program. Temuan kunci penelitian menunjukkan efektivitas model komunitas berbasis third place (kafe) yang menawarkan pendekatan fleksibel dan inklusif bagi berbagai kalangan masyarakat. Namun demikian, SLC menghadapi beberapa tantangan operasional berupa tingkat kehadiran anggota yang fluktuatif (rata-rata 40% kehadiran rutin) dan ketergantungan pada sistem pendanaan mandiri yang belum stabil. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa rekomendasi pengembangan modul pembelajaran terstruktur dan strategi kemitraan dengan Dinas Perpustakaan setempat, serta kontribusi akademis melalui identifikasi model komunitas literasi alternatif di ruang urban. Temuan penelitian dapat menjadi rujukan bagi pengembangan program literasi berbasis komunitas di daerah perkotaan lainnya.