Latihan passing merupakan salah satu keterampilan teknis dasar yang sangat penting dalam sepakbola, terutama bagi atlet usia 13-14 tahun yang sedang dalam fase pengembangan koordinasi motorik dan kemampuan pengambilan keputusan. Observasi awal di Klub KKO Wonogiri menunjukkan bahwa sebagian besar atlet mengalami kesulitan dalam melakukan passing yang tepat, terutama pada situasi permainan yang dinamis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan passing atlet melalui penerapan latihan passing dengan posisi tetap dan posisi berubah, sehingga atlet mampu menguasai teknik dasar sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap kondisi permainan nyata. Metode yang digunakan Adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif, dengan tahapan meliputi analisis kebutuhan, perancangan modul latihan, implementasi latihan, monitoring dan evaluasi, serta refleksi dan tindak lanjut. Program latihan dilakukan selama 4 minggu, dengan frekuensi 3 kali per minggu. Latihan posisi tetap fokus pada pengulangan teknik passing dari posisi yang telah ditentukan, sedangkan latihan posisi berubah menekankan adaptasi gerakan, pengambilan keputusan cepat, dan konsistensi passing dalam situasi bergerak. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur ketepatan passing serta observasi terhadap konsistensi teknik dan motivasi atlet. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan ketepatan passing yang signifikan. Rata-rata ketepatan passing posisi tetap meningkat dari 62% menjadi 78%, sedangkan posisi berubah meningkat dari 55% menjadi 72%. Selain itu, latihan kombinasi posisi tetap dan berubah meningkatkan motivasi, fokus, dan antusiasme atlet, serta membekali pelatih dengan panduan latihan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan latihan passing dengan posisi tetap dan berubah efektif dalam meningkatkan ketepatan passing atlet putra usia 13-14 tahun. Disarankan agar latihan ini diterapkan secara rutin, dengan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan peningkatan keterampilan teknis atlet secara berkelanjutan.