Abstract. This study examines creative da’wah in the IRAMA (Ramadan Inspiration) program organized by P3RI at the Salman Mosque, ITB, as an effort to provide contextual da’wah to students and the younger generation through inspirational discussions and talk shows featuring speakers from various professions. The study aims to examine the implementation of the IRAMA program, analyze the dimensions of creative da’wah applied, and describe the opportunities and challenges in its implementation. The study utilizes qualitative data using a descriptive method through interviews, participatory observation, and document analysis. The data were analyzed using the theory of creative da’wah. The results of the study indicate that the IRAMA program is implemented in a way that reflects the five dimensions of creative da’wah in an integrated manner through five aspects: adaptive-contextual, communicative-dialogic, empathetic-humanistic, persuasive-reflective, and affective-rational. The program’s opportunities are based on the reputation and network of the Salman Mosque at ITB, while the challenges include coordinating cross-campus committees and limited technical resources. This study implies that creative da’wah can enhance the relevance, participation, and appeal of da’wah for the younger generation, while also establishing IRAMA as an inclusive and transformative model of contextual da’wah. Abstrak. Penelitian ini mengkaji dakwah kreatif dalam program IRAMA (Inspirasi Ramadan) yang diselenggarakan oleh P3RI Masjid Salman ITB sebagai upaya menghadirkan dakwah kontekstual bagi mahasiswa dan generasi muda melalui kajian inspiratif serta talkshow dengan narasumber lintas profesi. Penelitian bertujuan mengetahui pelaksanaan program IRAMA, menganalisis dimensi dakwah kreatif yang diterapkan, serta mendeskripsikan peluang dan kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan data kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan teori dakwah kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program IRAMA mencerminkan kelima dimensi dakwah kreatif secara terintegrasi, yaitu adaptif-kontekstual, komunikatif-dialogis, empatik-humanis, persuasif-reflektif, dan afektif-rasional. Peluang program bertumpu pada reputasi dan jejaring Masjid Salman ITB, sedangkan tantangan meliputi koordinasi kepanitiaan lintas kampus dan keterbatasan sumber daya teknis. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa dakwah kreatif mampu meningkatkan relevansi, partisipasi, dan daya tarik dakwah bagi generasi muda, sekaligus menjadikan IRAMA sebagai model dakwah kontekstual yang inklusif dan transformatif.