Supervisi akademik di satuan Taman Kanak-kanak masih menghadapi tantangan struktural yang serius, meliputi pelaksanaan yang tidak terjadwal, minimnya dokumentasi umpan balik, dan terbatasnya akses guru terhadap materi panduan pembelajaran berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi microsite dalam meningkatkan kualitas supervisi akademik guru TK. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-naratif diterapkan, dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, delapan guru, dan satu pengawas PAUD. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan condensation data, coding tematik dua lapis (descriptive dan pattern coding), penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi microsite meningkatkan frekuensi supervisi dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per bulan, mentransformasi kualitas umpan balik dari lisan menjadi tertulis dan terdokumentasi secara digital, serta mendorong pergeseran orientasi guru dari resistensi menuju keterlibatan aktif dalam pengembangan profesional berbasis refleksi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konteks TK Negeri sebagai satuan yang belum banyak dikaji dalam literatur supervisi digital, sekaligus pada integrasi perspektif guru sebagai subjek yang disupervisi. Microsite terbukti berfungsi sebagai medium kolaboratif yang mengubah paradigma supervisi dari pendekatan top-down evaluatif menjadi reflektif-partisipatif dan berkelanjutan.