Giri Widakdo
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Implementasi Conference di Rawat Inap Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Aisyah Aisyah; Naryati Naryati; Giri Widakdo; Nuraenah Nuraenah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27327

Abstract

ABSTRAK Conference keperawatan (meliputi pre-conference dan post-conference) merupakan forum komunikasi penting untuk menjaga kontinuitas asuhan, keselamatan pasien, dan kualitas pelayanan di ruang rawat inap. Namun, pelaksanaannya di lapangan sering kali menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, belum optimalnya standar operasional, serta keterampilan komunikasi klinis yang belum seragam. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menjalankan conference secara sistematis dan efektif di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, simulasi/roleplay kelompok kecil, serta pendampingan yang diikuti oleh 30 peserta perawat. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pengukuran pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta yang signifikan, di mana nilai rata-rata pre-test sebesar 59,59 (SD ± 11,91) meningkat menjadi 95,96 (SD ± 6,93) pada post-test dengan nilai p = 0,001. Selain itu, kegiatan ini berhasil menyusun draf Standar Operasional Prosedur (SPO) pelaksanaan conference. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi dan pelatihan roleplay efektif meningkatkan kapasitas perawat dalam mengimplementasikan conference di ruang rawat inap. Kata Kunci: Conference Keperawatan, Kemampuan Perawat, Keselamatan Pasien, Kontinuitas Asuhan, Rawat Inap  ABSTRACT Nursing conference, including pre- and post-conferences, serves as a vital communication forum to maintain continuity of care, safety, and quality of service in inpatient wards. However, optimal implementation is often hindered by limited time, lack of structured guidelines, and suboptimal clinical communication among nursing staff. This community service (PKM) project aimed to enhance the understanding and skills of healthcare personnel in conducting systematic nursing conferences at Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. The intervention comprised training, clinical education, and small-group roleplay simulations involving 30 nurses. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design. The results demonstrated a significant improvement in participant knowledge and skills, with the mean score increasing from 59.59 (SD ± 11.91) during the pre-test to 95.96 (SD ± 6.93) in the post-test (p = 0.001). Additionally, standard operating procedures (SOPs) for nursing conferences were established. In conclusion, structured education and roleplay simulations significantly improve nurses' capacity to execute effective clinical conferences, thereby supporting patient safety and quality nursing care. Keywords: Inpatient Ward, Nursing Conference, Nursing Skills, Patient Safety, Quality of Care
Determinan yang Mempengaruhui Implemntasi Confrence Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Siti Latipah; Giri Widakdo; Nuraenah Nuraenah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.27322

Abstract

ABSTRACT Pre-conference and post-conference activities are essential components of nursing care management because they facilitate coordination, care planning, evaluation, and the exchange of clinical information among nurses. Inadequate implementation of nursing conferences may increase the risk of communication errors, discontinuity of care, and threats to patient safety. Objective: This study aimed to analyze factors associated with the implementation of nursing conferences in the inpatient wards of Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih. Methods: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population and sample consisted of 122 inpatient nurses. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring nurses’ attitudes, supervision, workload, management support, and conference implementation. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. Results: Most respondents were female (82%), held a professional nursing degree (73%), were classified as Clinical Nurse Level I (36.1%), and had worked for less than five years (50.8%). The majority of respondents demonstrated good conference implementation, accounting for 94 nurses (77%). Most nurses had poor attitudes toward conference implementation (61.5%) and perceived supervision as poor (69.7%). Most respondents had a moderate workload (59.8%) and received good management support (72.1%). Bivariate analysis showed that nurses’ attitudes, supervision, workload, and management support were significantly associated with nursing conference implementation (p 0.001). Conclusion: The implementation of nursing conferences is associated with both individual and organizational factors, particularly nurses’ attitudes, supervision, workload management, and management support. Hospitals should strengthen supervision, monitoring, workload arrangements, and compliance with pre-conference and post-conference procedures to improve nursing care coordination and patient safety. Keywords: Management Support, Nurse Attitude, Nursing Conference, Supervision, Workload.  ABSTRAK Pre conference dan post conference merupakan bagian penting dalam manajemen asuhan keperawatan karena berfungsi sebagai sarana koordinasi, perencanaan, evaluasi, dan penyampaian informasi klinis antarperawat. Pelaksanaan conference yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko kesalahan komunikasi, ketidaksinambungan asuhan, dan gangguan terhadap keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan implementasi conference perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 122 perawat ruang rawat inap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert yang mengukur sikap, supervisi, beban kerja, dukungan manajemen, dan implementasi conference. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (82%), berpendidikan profesi Ners (73%), berada pada jenjang Perawat Klinik I (36,1%), serta memiliki masa kerja kurang dari lima tahun (50,8%). Implementasi conference mayoritas berada dalam kategori baik, yaitu sebanyak 94 perawat (77%). Mayoritas perawat memiliki sikap dalam kategori buruk (61,5%), supervisi buruk (69,7%), beban kerja sedang (59,8%), dan dukungan manajemen baik (72,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa sikap, supervisi, beban kerja, dan dukungan manajemen memiliki hubungan yang bermakna dengan implementasi conference perawat (p 0,001). Kesimpulan: Implementasi conference perawat dipengaruhi oleh faktor individual dan organisasi, terutama sikap perawat, pelaksanaan supervisi, pengelolaan beban kerja, dan dukungan manajemen. Rumah sakit perlu memperkuat supervisi, monitoring, pengaturan beban kerja, serta kepatuhan terhadap prosedur pre conference dan post conference untuk meningkatkan koordinasi asuhan dan keselamatan pasien. Kata Kunci: Beban Kerja, Conference Keperawatan, Dukungan Manajemen, Sikap Perawat, Supervise.