Fadlan Baihaqi
Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Home Visit Dalam Penanganan Stunting di Desa Bojongloa, Kabupaten Bandung: Studi Kasus Fadlan Baihaqi; Khaira Nafisa Sukma; Cahya Febriyanti; Riska Putri Handayani; Titis Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27298

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, teridentifikasi 69 kasus stunting dari 1.169 balita, dengan konsentrasi tertinggi di RW 12. Permasalahan ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh yang belum optimal, kondisi sanitasi yang kurang memadai, serta keterbatasan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan stunting serta menganalisis efektivitas intervensi berbasis kunjungan rumah (home visit) dalam meningkatkan status gizi balita di Desa Bojongloa, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode intervensi kunjungan rumah yang dilaksanakan dua kali seminggu selama empat minggu (10 November – 4 Desember 2025) terhadap 11 balita stunting di RW 12. Intervensi meliputi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tinggi protein hewani, edukasi pola asuh responsif, serta pemantauan antropometri secara berkala. Sebagian besar subjek penelitian (72,7%) menunjukkan respons positif terhadap intervensi, dengan total peningkatan berat badan sebesar 5,41 kg dan rerata kenaikan 0,49 kg per anak. Peningkatan tertinggi ditunjukkan oleh balita MA dengan kenaikan berat badan dari 8,0 kg menjadi 9,9 kg disertai penambahan tinggi badan 7 cm. Selain parameter fisik, terjadi perbaikan perilaku hidup sehat pada keluarga, di antaranya seluruh keluarga menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan perbaikan pola istirahat pada 8 rumah tangga. Intervensi terpadu berbasis kunjungan rumah yang mengombinasikan PMT, edukasi gizi, dan pemantauan rutin terbukti efektif memberikan dampak terukur terhadap peningkatan status gizi balita stunting dalam jangka pendek. Keberlanjutan program melalui penguatan peran kader kesehatan dan dukungan lintas sektor diperlukan untuk mempertahankan hasil intervensi jangka panjang. Kata Kunci: Stunting, Kunjungan Rumah, Pemberian Makanan Tambahan, Pola Asuh.  ABSTRACT Stunting remained a chronic nutritional challenge in Indonesia's public health development. In Bojongloa Village, Rancaekek District, Bandung Regency, 69 stunting cases were identified among 1,169 children under five, with the highest concentration in RW 12. Contributing factors included low maternal nutritional knowledge, suboptimal childcare practices, inadequate sanitation, and household economic constraints. This study aimed to identify stunting determinants and analyze the effectiveness of a home visit-based intervention in improving the nutritional status of stunted children in Bojongloa Village. A case study approach was employed with home visit interventions conducted twice weekly for four weeks (November 10 – December 4, 2025) involving 11 stunted children in RW 12. Interventions included high-protein supplementary feeding (PMT), responsive parenting education, and periodic anthropometric monitoring. Most of the subjects (72.7%) responded positively to the intervention, with a total weight gain of 5.41 kg and a mean increase of 0.49 kg per child. The most significant improvement was observed in child MA, whose weight increased from 8.0 kg to 9.9 kg with a height gain of 7 cm. Beyond physical parameters, healthy behavioral improvements were recorded, including universal adoption of handwashing with soap and improved sleep patterns in 8 households. A comprehensive home visit-based intervention combining supplementary feeding, nutritional education, and routine monitoring proved effective in producing measurable short-term improvements in stunted children's nutritional status. Program sustainability through strengthened community health worker roles and cross-sector support was essential for long-term outcomes. Keywords: Stunting, Home Visit, Supplementary Feeding, Parenting Practices.