Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effectiveness Analysis Of The BPJS Patient Admission Workflow In The Implementation Of Electronic Medical Records (EMR) At The Outpatient Registration Unit Of RSUD Sayang Cianjur Muhamad Rendi; Diansyah Diansyah
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i3.1605

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the BPJS patient admission workflow following the implementation of the Electronic Medical Record (EMR) system in the outpatient registration unit, specifically regarding service speed, data accuracy, and adherence to Standard Operating Procedures (SOPs). This is a descriptive qualitative study utilizing an observational approach. Data were collected through direct observation of the BPJS patient registration workflow; interviews with registration staff, IT personnel, and patients; and a review of SOP documentation and system reports. The implementation of the EMR system proved effective in enhancing BPJS patient registration services. Results indicate that the EMR implementation improved the effectiveness of the BPJS patient admission workflow; registration time decreased from an average of 12–15 minutes to 6–8 minutes per patient due to the integration of the EMR with VClaim and the Mobile JKN queue system for verifying SEP (Participant Eligibility Letter), eligibility status, and fingerprints. Patient data accuracy also improved. Enhancements are needed regarding network infrastructure (including backup internet), the refinement of SOPs to better integrate the EMR with BPJS systems, and continuous training for registration staff to optimize EMR usage, thereby making the BPJS patient admission workflow more effective and efficient
Analisis Implementasi IDRG dalam Menunjang Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit X: Analysis of IDRG Implementation in Supporting BPJS Kesehatan Claims at Hospital X Azzahra Jasmine Rahayu; Diansyah Diansyah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1588

Abstract

Implementasi Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) dalam program JKN menuntut kesiapan teknis, SDM, dan dokumentasi klinis. Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis implementasi iDRG di RS X melalui wawancara tujuh informan dan data klaim September 2025–April 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas di RS X yang terlibat dalam proses pengklaiman BPJS Kesehatan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 7 informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan  yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan klaim BPJS Kesehatan di RS X Implementasi sejak Oktober 2025 berjalan lancar berkat integrasi SIMRS–E-Klaim. Dari 87.544 klaim, ditemukan 4.248 kasus pending (4,86%), didominasi Kunjungan Berulang/Fragmentasi (70,3%), Ketidaksesuaian Koding (10,6%), Ketidaklengkapan Dokumen (9,6%), Alih Jenis Pelayanan (5,4%), dan Indikasi Medis (4,1%), yang mencerminkan dominansi masalah administratif. Evaluasi dokumentasi klinis belum komprehensif akibat transisi rekam medis elektronik (RME) yang bersamaan. Rekomendasi solusi mencakup lima langkah strategis: penguatan tata kelola Pasien Rujuk Balik (PRB), otomatisasi deteksi fragmentasi pada SIMRS, peningkatan kompetensi koder iDRG, penerapan audit rekam medis terstandar, serta akselerasi penyelesaian SIMRS dan stabilisasi RME. Evaluasi dampak implementasi iDRG terhadap kualitas dokumentasi klinis belum dapat dilakukan secara komprehensif karena berlangsung bersamaan dengan proses transisi menuju Rekam Medis Elektronik (RME) dan pengembangan SIMRS. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi koder, peningkatan kualitas dan kelengkapan rekam medis, penguatan tata kelola klaim, serta optimalisasi sistem informasi untuk mendukung pengendalian pending claim secara berkelanjutan