Besar Sintong Prabowo Hasibuan
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Keperawatan, Univesitas Jember, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Relaksasi Benson untuk Menurunkan Nyeri pada Lansia Dengan Rheumatoid Arthritis di UPT PSTW Jember Alifia Khoirunnisa; Angela Prielkarla Deya; Aliya Nuri Andiny; Vivin Unika Royahin; Siti Karimatul Kamila; Ira Purba Wanda; Tasya Kamila Pramesti; Besar Sintong Prabowo Hasibuan; Firli Riana Sari; Nurkholis Afandi; Hanny Rasni; Fahruddin Kurdi
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i1.579

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan ditandai dengan nyeri kronis pada persendian. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi aktivitas, serta meningkatkan risiko disabilitas. Berdasarkan hasil pengkajian di Wisma Teratai UPT PSTW Jember, sebagian besar lansia belum mengenal terapi nonfarmakologis, sehingga masih mengandalkan obat pereda nyeri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik relaksasi Benson sebagai alternatif terapi yang aman, mudah dilakukan, dan efektif dalam mengurangi nyeri. Metode yang digunakan adalah pendekatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) berupa edukasi, demonstrasi, dan latihan praktik relaksasi Benson yang diikuti oleh 9 orang lansia. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah terapi serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri yang signifikan dengan nilai p = 0,003. Sebelum intervensi, semua responden berada pada kategori nyeri sedang, sementara setelah intervensi sebagian mengalami penurunan menjadi nyeri ringan. Hal ini membuktikan bahwa relaksasi Benson mampu menekan aktivitas saraf simpatis, menurunkan kebutuhan oksigen, meningkatkan relaksasi otot, serta memperkuat aspek spiritual sehingga lansia lebih tenang dalam menghadapi nyeri. Kegiatan ini mendukung penerapan terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri dan berkesinambungan oleh lansia di panti sosial.
Terapi Relaksasi Benson untuk Menurunkan Nyeri pada Lansia Dengan Rheumatoid Arthritis di UPT PSTW Jember Alifia Khoirunnisa; Angela Prielkarla Deya; Aliya Nuri Andiny; Vivin Unika Royahin; Siti Karimatul Kamila; Ira Purba Wanda; Tasya Kamila Pramesti; Besar Sintong Prabowo Hasibuan; Firli Riana Sari; Nurkholis Afandi; Hanny Rasni; Fahruddin Kurdi
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i1.579

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan ditandai dengan nyeri kronis pada persendian. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi aktivitas, serta meningkatkan risiko disabilitas. Berdasarkan hasil pengkajian di Wisma Teratai UPT PSTW Jember, sebagian besar lansia belum mengenal terapi nonfarmakologis, sehingga masih mengandalkan obat pereda nyeri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik relaksasi Benson sebagai alternatif terapi yang aman, mudah dilakukan, dan efektif dalam mengurangi nyeri. Metode yang digunakan adalah pendekatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) berupa edukasi, demonstrasi, dan latihan praktik relaksasi Benson yang diikuti oleh 9 orang lansia. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah terapi serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri yang signifikan dengan nilai p = 0,003. Sebelum intervensi, semua responden berada pada kategori nyeri sedang, sementara setelah intervensi sebagian mengalami penurunan menjadi nyeri ringan. Hal ini membuktikan bahwa relaksasi Benson mampu menekan aktivitas saraf simpatis, menurunkan kebutuhan oksigen, meningkatkan relaksasi otot, serta memperkuat aspek spiritual sehingga lansia lebih tenang dalam menghadapi nyeri. Kegiatan ini mendukung penerapan terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri dan berkesinambungan oleh lansia di panti sosial.