Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi kelapa yang cukup besar, tetapi pemanfaatannya masih didominasi oleh penjualan kelapa dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), memanfaatkan hasil samping berupa blondo menjadi minyak klentik, serta mengembangkan produk turunan berbasis VCO. Kegiatan dilaksanakan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sejak 2 Juni 2026 dan masih berlangsung hingga saat ini, dengan melibatkan 30 peserta dari Dukuh 4 dan Dukuh 11.. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tujuh tahapan, yaitu identifikasi kondisi peserta, pembentukan kelompok usaha bersama, sosialisasi dan pelatihan, praktik produksi VCO, pemanfaatan hasil samping dan diversifikasi produk, penguatan pengelolaan usaha, serta evaluasi dan tindak lanjut. Data dikumpulkan melalui observasi, percakapan informal, catatan lapangan, daftar hadir, dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 28 peserta (93,3%) mampu menyelesaikan proses produksi VCO dengan pendampingan minimal, sedangkan 27 peserta (90%) mampu mengikuti pemanfaatan blondo menjadi minyak klentik. Dari 40 butir kelapa diperoleh sekitar 1,83 L VCO dan 0,49 L minyak klentik. Diversifikasi menghasilkan masing-masing 50 unit sabun, balsem, dan lip balm berbasis VCO dengan tingkat penguasaan peserta berturut-turut 90%, 86,7%, dan 83,3%. Pada aspek pengelolaan usaha, 23 peserta (76,7%) mampu menghitung HPP dan 18 peserta (60%) mampu mengisi pembukuan sederhana. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas dan peluang pengembangan nilai tambah kelapa melalui diversifikasi produk, tetapi keberlanjutan produksi, konsistensi kualitas, pengelolaan usaha, dan pemasaran masih memerlukan pendampingan lanjutan.