Background: Digital transformation in the health sector has led to the development of the SATUSEHAT Mobile application as a continuation of PeduliLindungi. Although downloaded millions of times, its active users have declined significantly, presumably due to low public understanding. In Boyolali Regency, users decreased from 52,241 in May to 17,753 in July 2025, while in Pulisen Village, only 2,143 of 3,958 households use the application. Purpose: To examine the relationship between the level of public understanding and the effectiveness of the implementation of the SATUSEHAT Mobile application in Pulisen Village, Boyolali, Central Java, in 2025. Methods: This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The research involved 108 respondents from the community of Pulisen Village, Boyolali. The sample selected using a purposive sampling method. Results: The results showed a significant relationship between the level of public understanding and the effectiveness of the implementation of the SATUSEHAT Mobile application. A higher level of public understanding was associated with more effective application implementation. Conclusion: Communities with a better level of understanding tend to demonstrate more effective implementation of the SATUSEHAT Mobile application. Improved public understanding plays an important role in optimizing the utilization of the SATUSEHAT Mobile application in supporting health services. Keywords: Community Understanding; Effectiveness; SATUSEHAT Application. Pendahuluan: Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong lahirnya aplikasi SATUSEHAT Mobile, sebagai lanjutan dari PeduliLindungi. Meski telah diunduh jutaan kali, jumlah pengguna aktif menurun signifikan, diduga akibat rendahnya pemahaman masyarakat. Studi pendahuluan di Kabupaten Boyolali menunjukkan penurunan pengguna dari 52,241 orang pada Mei menjadi 17,753 orang pada Juli 2025. Di Kelurahan Pulisen, hanya 2,143 dari 3,958 kepala keluarga yang menggunakan aplikasi tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana hubungan tingkat pemahaman masyarakat terhadap efektivitas penerapan aplikasi SATUSEHAT di Kelurahan Pulisen Boyolali Jawa Tengah 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 108 responden dari masyarakat Kelurahan Pulisen. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pemahaman masyarakat terhadap efektivitas penerapan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Tingkat pemahaman masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan efektivitas penerapan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Simpulan: Masyarakat dengan tingkat pemahaman yang lebih baik cenderung menunjukkan penerapan aplikasi yang lebih efektif. Semakin baik pemahaman masyarakat terhadap aplikasi SATUSEHAT Mobile, maka semakin efektif pula penerapan aplikasi tersebut dalam mendukung layanan kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat menjadi faktor dalam mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Kata Kunci: Aplikasi SATUSEHAT; Efektivitas; Pemahaman Masyarakat.