Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode proyek pembuatan ecoprint dari bahan alam terhadap perkembangan motorik halus anak Kelompok B di TK Tunas Mekar Panji. Kurangnya stimulasi motorik halus dan metode belajar yang monoton menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) tipe Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh anak Kelompok B, dengan sampel sebanyak 46 anak yang dibagi ke dalam dua kelompok: Kelompok B1 sebagai kelas eksperimen (23 anak) yang mendapatkan perlakuan metode proyek ecoprint, dan Kelompok B3 sebagai kelas kontrol (23 anak) yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terstruktur menggunakan 15 butir pernyataan dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji Independent Samples t-Test berbantuan SPSS versi 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata (mean) posttest kelompok eksperimen mencapai 53,87, secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya memperoleh nilai rata-rata 34,09. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Implikasi dari penelitian ini membuktikan bahwa keterlibatan aktif anak dalam aktivitas manipulatif ecoprint—seperti memilih, menyusun, menekan, dan memukul bahan alam efektif menstimulasi koordinasi mata-tangan, kekuatan otot kecil, dan kelenturan jari anak. Metode proyek berbasis ecoprint ini layak dijadikan alternatif pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan bagi guru dan lembaga PAUD untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini.