Cafrie Hakim
Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri Kerato Sumbawa Cafrie Hakim; Mohammad Liwa Ilhamdi; Ilham Handika
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1179

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sehingga siswa dapat membangun pengetahuan secara aktif dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Problem Based Learning (PBL) menempatkan masalah sebagai pusat pembelajaran dan siswa sebagai pembelajar aktif melalui kegiatan penyelidikan, kolaborasi, dan penyusunan solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri Kerato Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa, dengan kelas V-A sebanyak 20 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V-B sebanyak 20 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan lembar observasi keterlaksanaan PBL. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya; dari 30 butir yang diuji, 25 butir dinyatakan valid dan koefisien reliabilitas sebesar 0,952. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, uji Mann–Whitney, dan N-Gain. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,035 (<0,05). Rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 79,50, sedangkan kelas kontrol sebesar 67,00. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,683 dan kelas kontrol sebesar 0,406, keduanya berada pada kategori sedang. Keterlaksanaan PBL meningkat dari 70% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan ketiga dengan rata-rata 83,33%. Temuan menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih besar pada kelompok eksperimen. Temuan perlu dipahami dengan mempertimbangkan keterbatasan desain quasi-eksperimen, durasi perlakuan tiga pertemuan, dan sampel yang berasal dari satu sekolah.