Kadek Hengki Primayana
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Singaraja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) Pada Pembelajaran IPAS Materi Perubahan Wujud Zat Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Gede Teguh Astika Yasa; Kadek Hengki Primayana; I Ketut Ngurah Ardiawan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1200

Abstract

Pembelajaran IPAS materi Perubahan Wujud Zat di kelas IV Sekolah Dasar cenderung sulit dipahami peserta didik karena bersifat abstrak, sementara pembelajaran di lapangan masih didominasi metode konvensional tanpa memanfaatkan kekayaan budaya lokal Bali yang dekat dengan kehidupan peserta didik, sehingga diperlukan media pembelajaran digital berbasis kearifan lokal. Penelitian pengembangan (R&D) ini menerapkan model ADDIE untuk merancang multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline 3 dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), yang divalidasi oleh ahli materi dan media serta diuji kepraktisannya kepada guru dan peserta didik di SDN 1 Kendran, SDN 2 Sari Mekar, dan SDN 2 Liligundi menggunakan instrumen LORI dan UEQ. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kevalidan materi sebesar 94% dan media sebesar 87,5%, keduanya berkategori "Layak", sementara uji kepraktisan UEQ menunjukkan penilaian positif dari guru maupun peserta didik terutama pada aspek stimulasi dan daya tarik, meskipun aspek kebaruan masih tergolong rendah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi kearifan lokal Bali ke dalam multimedia pembelajaran berbasis Articulate Storyline efektif meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar peserta didik pada materi IPAS yang abstrak, sekaligus menjadi model pengembangan media kontekstual yang dapat direplikasi pada konten budaya lain, dengan catatan perlunya inovasi lebih lanjut pada bentuk interaktivitas untuk memperkuat aspek kebaruan produk.