Pembelajaran IPAS materi Perubahan Wujud Zat di kelas IV Sekolah Dasar cenderung sulit dipahami peserta didik karena bersifat abstrak, sementara pembelajaran di lapangan masih didominasi metode konvensional tanpa memanfaatkan kekayaan budaya lokal Bali yang dekat dengan kehidupan peserta didik, sehingga diperlukan media pembelajaran digital berbasis kearifan lokal. Penelitian pengembangan (R&D) ini menerapkan model ADDIE untuk merancang multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline 3 dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), yang divalidasi oleh ahli materi dan media serta diuji kepraktisannya kepada guru dan peserta didik di SDN 1 Kendran, SDN 2 Sari Mekar, dan SDN 2 Liligundi menggunakan instrumen LORI dan UEQ. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kevalidan materi sebesar 94% dan media sebesar 87,5%, keduanya berkategori "Layak", sementara uji kepraktisan UEQ menunjukkan penilaian positif dari guru maupun peserta didik terutama pada aspek stimulasi dan daya tarik, meskipun aspek kebaruan masih tergolong rendah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi kearifan lokal Bali ke dalam multimedia pembelajaran berbasis Articulate Storyline efektif meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar peserta didik pada materi IPAS yang abstrak, sekaligus menjadi model pengembangan media kontekstual yang dapat direplikasi pada konten budaya lain, dengan catatan perlunya inovasi lebih lanjut pada bentuk interaktivitas untuk memperkuat aspek kebaruan produk.
Copyrights © 2026