Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan produk scarf bermotif songket Palembang sebagai cinderamata yang inovatif dan merepresentasikan budaya lokal. Kebutuhan akan cinderamata yang praktis, estetis, dan mampu memperkenalkan kekayaan budaya kepada wisatawan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Metode yang digunakan ialah pendekatan deskriptif kualitatif dengan model perancangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur di sentra kerajinan Zainal Songket, Palembang. Hasil perancangan menunjukkan bahwa motif Pucuk Rebung dan Bunga Tanjung yang divisualisasikan dalam desain modern mampu menarik minat pasar tanpa menghilangkan nilai filosofisnya. Proses pengembangan produk meliputi analisis motif, eksplorasi desain, digitalisasi visual menggunakan perangkat lunak desain grafis, hingga pembuatan mock-up. Produk akhir dinilai layak sebagai cinderamata khas sekaligus sebagai media pelestarian budaya yang aplikatif dan ekonomis. Inovasi ini memberikan alternatif baru dalam industri cinderamata dan mendorong pengembangan produk kreatif berbasis kearifan lokal. This study aimed to design and develop a scarf featuring traditional Palembang songket motifs as an innovative and culturally representative souvenir product. The background of the research stemmed from the need for practical, aesthetically pleasing souvenirs that could effectively promote local cultural heritage to a wider audience of tourists. A qualitative descriptive approach was employed, using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) for the design process. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies at the Zainal Songket craft center in Palembang. The results showed that motifs such as Pucuk Rebung and Bunga Tanjung, when adapted into modern visual designs, successfully attracted market interest while preserving their traditional philosophical meanings. The design process included motif analysis, visual exploration, digitalization using graphic design software, and the creation of product mock-ups. The final product proved to be a viable cultural souvenir and a practical and economical means of preserving cultural heritage. This innovation offers a new alternative in the souvenir industry and encourages the development of creative products based on local wisdom.