p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal jurnal niara
Mahdalina
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh  Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kedisiplinan Guru Pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pugaan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong Ramona Handayani; Mahdalina
Jurnal Niara Vol. 18 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/gwjkaf71

Abstract

Permasalahannya adalah masih terdapat masalah dengan disiplin guru, seperti keterlambatan masuk kelas, kurangnya kesiapan mengajar, dan kegagalan mematuhi peraturan sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dianggap mampu meningkatkan disiplin guru melalui pembinaan, pemberian contoh, dan penerapan sistem pengawasan dan penghargaan yang adil. Gaya kepemimpinan partisipatif, komunikatif, dan inspiratif dapat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab guru terhadap tugas-tugasnya. Sebaliknya, kepemimpinan otoriter atau kurangnya perhatian cenderung mengurangi motivasi dan disiplin kerja guru. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif serta penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 64 guru berstatus PNS yang berjumlah 64 orang. Semua item kuesioner memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel, yaitu, jika nilai r hitung lebih besar dari r tabel, semua pertanyaan dinyatakan valid untuk variabel x dan variabel y. Nilai uji reliabilitas menunjukkan bahwa semua kuesioner dinyatakan reliabel karena nilai alpha Cronbach lebih dari 0,6. Nilai uji normalitas menunjukkan bahwa data terdistribusi normal berdasarkan gambar plot PP di mana titik-titik tersebar dekat dengan garis diagonal dan ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Uji linearitas menunjukkan bahwa derivasi dari nilai linearitas lebih besar dari 0,05, yaitu 0,259 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Uji heteroskedastisitas, yang melihat hasil tabel koefisien, mengungkapkan bahwa tidak ada gejala heteroskedastisitas jika nilai sig lebih besar dari 0,05. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t yang dihitung lebih besar dari t tabel, sehingga Ha diterima. Nilai t tabel diperoleh dengan df = N-2 = 46-2 = 44, t tabel = 1,68023 dan t hit berdasarkan tabel koefisien sebesar 2,249. Oleh karena itu, 2,249 lebih besar dari 1,68023, dan hipotesis (Ha) diterima. Koefisien determinan adalah nilai yang menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin guru adalah 33% atau 0,33. Persamaan regresi linier sederhana adalah Y = -4,950 + 0,202X
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat pada KUA Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara Ramona Handayani; Mahdalina
Jurnal Niara Vol. 19 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/m003mw56

Abstract

Fenomena masalah  tentang kualitas pelayanan yaitu: Pemeliharaan fasilitas pendukung seperti ruang tunggu yang kurang nyaman saat ramai,  keterbatasan perangkat komputer untuk input data SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah), Jumlah tenaga penghulu yang terbatas, Masih ada celah kurangnya informasi mengenai persyaratan dokumen. Seringkali warga harus bolak-balik ke kantor karena ada dokumen dari desa yang belum lengkap atau salah format. Observasi lapangan mengindikasikan adanya kendala pada kedisiplinan petugas, seperti keterlambatan hadir dan kelambanan dalam memulai pekerjaan yang menghambat penyelesaian tugas. Selain itu, aspek perilaku pelaksana dinilai kurang ramah sehingga memicu ketidaknyamanan masyarakat saat berada di ruang pelayanan KUA. Pendekatan observasi yang diadopsi adalah kuantitatif deskriptif, dengan basis responden berjumlah 36 orang yang tercatat memakai layanan selama dua bulan ke belakang. Karena keterbatasan jumlah populasi, keseluruhan subjek dialihfungsikan sebagai sampel lewat skema total sampling. Kesahihan instrumen dipastikan setelah nilai r-hitung dari semua butir kuesioner terdeteksi secara konstan melampaui patokan r-tabel (0,396). Kepastian mengenai reliabilitas alat ukur turut divalidasi oleh tingginya besaran Cronbach's Alpha yang jauh di atas 0,6, yakni menyentuh 0,937 pada variabel Y serta 0,909 pada variabel X. Fakta tersebut memberikan garansi atas solidnya konsistensi internal perangkat riset ini. Pada fase uji prasyarat asumsi, angka Asymp. Sig. sebesar 0,20 (> 0,05) pada metode Kolmogorov-Smirnov membuktikan normalitas persebaran data. Kelayakan model untuk dianalisis lebih jauh kian diperkuat oleh lolosnya uji linieritas (skor Deviation from Linearity 0,225 > 0,05), yang menandakan pergerakan korelasi variabel terikat dan bebas sejalan secara linier. Gejala heteroskedastisitas juga sukses dihindari berdasarkan peninjauan Uji Glejser yang mencatatkan signifikansi 0,510 (> 0,05). Pada akhirnya, keunggulan t-hitung jika dikomparasikan dengan t-tabel berujung pada penetapan status Ha (hipotesis alternatif) yang resmi diterima. Dari perhitungan didapatkan nilai t tabel dengan  df = N-2=36-2=34, t tabel sebesar = 2,03224 dan t hit berdasarkan tabel coefficient 5,688. Maka 5,688 lebih besar dari 2,03224 sehingga hipotesis (Ha ) diterima Untuk koefisien determinan dimana keberpengaruhan variabel X terhadap varabel Y dapat dihasilkan bahwa  pengaruh variabel X (Kualitas Pelayanan) terhadap variabel Y (Kepuasan masyarakat) sebesar  4,88 atau 48,8% atau 49%. Persamaan regresi linier sederhana yaitu  Y= 4,923+ 1,188X