Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengkaji gaya bahasa lirik lagu Karo sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus mengembangkan bahan ajar sastra yang kontekstual dan bermakna di tingkat Sekolah Menengah Atas. Sastra lisan Karo merupakan salah satu bentuk warisan budaya lokal yang penting karena mempertahankan identitas kolektif, nilai-nilai, dan ekspresi estetika masyarakat. Namun, pemanfaatan karya sastra lisan Karo sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran sastra di tingkat sekolah menengah atas masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya bahasa dalam dua karya sastra lisan Karo, yaitu lirik lagu Piso Surit dan Taneh Karo Simalem karya Djaga Depari, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pembelajaran sastra di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap pilihan kata, majas, citraan, dan pola repetisi yang terdapat dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piso Surit didominasi oleh repetisi dan metafora yang menyampaikan kerinduan yang mendalam, sedangkan Taneh Karo Simalem dicirikan oleh penggunaan personifikasi dan hiperbola yang memperkuat kecintaan terhadap tanah leluhur dan identitas budaya. Temuan ini relevan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Implikasi praktis penelitian ini adalah bahwa Piso Surit dapat digunakan sebagai bahan ajar puisi di kelas X untuk memperkenalkan majas, citraan, dan interpretasi, sedangkan Taneh Karo Simalem dapat dikembangkan menjadi proyek sastra kreatif di kelas XI yang berfokus pada identitas budaya dan kecintaan terhadap tanah air. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian stilistika sastra lisan daerah, sedangkan secara pedagogis penelitian ini menawarkan alternatif bahan ajar yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna secara budaya. Kesimpulannya, lirik lagu Karo memiliki nilai stilistika, budaya, dan pendidikan yang kuat serta berpotensi besar dalam mendukung pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal.