Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tata Kelola Keamanan Sepak Bola Indonesia: Dari Pendekatan Represif Menuju Kemitraan dengan Suporter Uden Kusumawijaya
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (October)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v4i1.1631

Abstract

Match-day security remains one of the most persistent structural problems in Indonesian football, illustrated by the Kanjuruhan Stadium tragedy of 1 October 2022, which claimed more than 130 lives. This article analyses Indonesia's football security governance across three dimensions: the regulatory and institutional framework, crowd psychology and supporter violence, and the position of supporters within the security ecosystem. Using a qualitative descriptive library research method, the study examines official investigation reports, FIFA regulations, police regulations, and national and international academic literature. The findings show that the crisis stems not merely from supporter behaviour, but from weak regulatory synchronisation, the absence of evidence-based crowd management, and the lack of formal partnership with supporter organisations. Comparison with England's post-Hillsborough reform and Japan's supporter model shows that sustainable reform requires shifting from a repressive approach toward a participatory partnership with supporters. The article recommends stricter stadium verification, regulatory harmonisation, and the institutionalisation of official supporter organisations.
Pelatihan Manajemen Keamanan dan Kesiapsiagaan Kerumunan bagi Panitia Pelaksana Pertandingan Sepak Bola: Kemitraan dengan PSSI: Security Management and Crowd Preparedness Training for Football Match Organizing Committees: Partnership with PSSI Uden Kusumawijaya
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1629

Abstract

Keamanan pertandingan masih menjadi persoalan kronis dalam sepak bola Indonesia, ditandai oleh Tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang merenggut lebih dari seratus tiga puluh nyawa. Panitia pelaksana pertandingan di tingkat daerah pada umumnya belum memiliki pembekalan terstruktur mengenai manajemen kerumunan dan standar keselamatan stadion. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keamanan dan keterampilan penanganan kerumunan bagi panitia pelaksana pertandingan melalui kemitraan dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di Jakarta menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok terpumpun, dan simulasi lapangan yang mencakup standar keselamatan stadion FIFA, regulasi keamanan kepolisian nasional, serta teknik de-eskalasi dalam pengendalian kerumunan. Peserta kegiatan berjumlah empat puluh lima orang, terdiri atas panitia pelaksana pertandingan, steward, dan perwakilan komunitas suporter setempat. Evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prosedur keamanan secara signifikan, serta tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap pelatihan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan partisipatif berbasis kemitraan dengan PSSI dapat memperkuat tata kelola keamanan pertandingan di tingkat akar rumput dan menurunkan risiko insiden kerumunan pada kompetisi mendatang.