Keamanan pertandingan masih menjadi persoalan kronis dalam sepak bola Indonesia, ditandai oleh Tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang merenggut lebih dari seratus tiga puluh nyawa. Panitia pelaksana pertandingan di tingkat daerah pada umumnya belum memiliki pembekalan terstruktur mengenai manajemen kerumunan dan standar keselamatan stadion. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keamanan dan keterampilan penanganan kerumunan bagi panitia pelaksana pertandingan melalui kemitraan dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di Jakarta menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok terpumpun, dan simulasi lapangan yang mencakup standar keselamatan stadion FIFA, regulasi keamanan kepolisian nasional, serta teknik de-eskalasi dalam pengendalian kerumunan. Peserta kegiatan berjumlah empat puluh lima orang, terdiri atas panitia pelaksana pertandingan, steward, dan perwakilan komunitas suporter setempat. Evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prosedur keamanan secara signifikan, serta tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap pelatihan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan partisipatif berbasis kemitraan dengan PSSI dapat memperkuat tata kelola keamanan pertandingan di tingkat akar rumput dan menurunkan risiko insiden kerumunan pada kompetisi mendatang.
Copyrights © 2026