Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan dan Evaluasi Kesesuaian Lahan Budidaya Kopi Arabika Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Intan Jaya Afik Hardanto; yayanus sondeagau sondeagau; dian novitasari
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 7 No 1 (2026): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2026.7.1.21434

Abstract

Kabupaten Intan Jaya yang terletak di wilayah Pegunungan Tengah Provinsi Papua Tengah memiliki potensi biofisik yang sangat mendukung bagi pengembangan kopi arabika (Coffea arabica). Penelitian dilakukan dengan latar belakang perlunya evaluasi terhadap daya dukung lahan untuk memastikan bahwa perluasan areal tanam dilakukan pada lokasi yang tepat secara agroklimat dan aman secara ekologis. Metode penelitian menggunakan pendekatan evaluasi lahan kuantitatif dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian dilakukan dengan mengintegrasikan parameter lingkungan, yaitu: kelerengan, ketinggian, curah hujan rata-rata, suhu rata-rata, dan tata guna lahan sesuai dengan kriteria teknis budidaya kopi arabika. Proses analisis melibatkan teknik overlaying dan skoring terhadap peta-peta tematik untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan yang akurat. Penelitian difokuskan pada dua tujuan utama, yaitu melakukan analisis spasial kesesuaian lahan untuk tanaman kopi arabika dan merumuskan strategi pengembangan komoditas tersebut di Kabupaten Intan Jaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Intan Jaya memiliki lahan kategori sangat sesuai (S1) seluas 200.164,6 ha (20,3%) dan cukup sesuai (S2) seluas 369.336,0 ha (37,5%). Secara keseluruhan, lebih dari 57% wilayah kabupaten potensial untuk pengembangan kopi, sementara lahan tidak sesuai (N) mencakup 12,3% yang umumnya berada di kelerengan ekstrem. Strategi pengembangan yang dirumuskan meliputi intensifikasi lahan pada zona S1 dan S2 melalui penerapan sistem agroforestri dan manajemen pasca panen yang modern.