Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam proses penciptaan dan penyebarluasan karya seni tari melalui media dance film. Namun, pemanfaatan media digital pada komunitas seni masih didominasi oleh dokumentasi pertunjukan (dance recording), sehingga kompetensi dalam mengintegrasikan aspek koreografi dan sinematografi belum berkembang secara optimal. Permasalahan tersebut menjadi dasar pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM–WBU) Tahun 2026 di Sanggar Obor Sakti Bogor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta didik dan pengajar sanggar dalam memahami konsep dance film serta mengembangkan keterampilan produksi karya berbasis media digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang dipadukan dengan Experiential Learning, melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, lokakarya, pendampingan produksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perbedaan dance film dan dance recording, kemampuan menyusun konsep visual, mengeksplorasi koreografi berbasis kamera, menerapkan teknik dasar sinematografi, serta menyunting video menjadi karya dance film sederhana. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan kolaboratif, kreativitas, dan literasi digital peserta dalam proses penciptaan karya. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seni mampu memperkuat ekosistem seni yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus mendukung pelestarian dan pengembangan seni tari melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.