Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Komunitas Seni melalui Loka Karya Dance Film dalam Penguatan Kompetensi Koreografi dan Sinematografi di Sanggar Obor Sakti Bogor Rines Onyxi Tampubolon; Ni Ketut Santi Sukma Melati; Sulistiani Sulistiani; Rizdika Mardiana; Priyo Joko Purnomo
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.3914

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam proses penciptaan dan penyebarluasan karya seni tari melalui media dance film. Namun, pemanfaatan media digital pada komunitas seni masih didominasi oleh dokumentasi pertunjukan (dance recording), sehingga kompetensi dalam mengintegrasikan aspek koreografi dan sinematografi belum berkembang secara optimal. Permasalahan tersebut menjadi dasar pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM–WBU) Tahun 2026 di Sanggar Obor Sakti Bogor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta didik dan pengajar sanggar dalam memahami konsep dance film serta mengembangkan keterampilan produksi karya berbasis media digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang dipadukan dengan Experiential Learning, melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, lokakarya, pendampingan produksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perbedaan dance film dan dance recording, kemampuan menyusun konsep visual, mengeksplorasi koreografi berbasis kamera, menerapkan teknik dasar sinematografi, serta menyunting video menjadi karya dance film sederhana. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan kolaboratif, kreativitas, dan literasi digital peserta dalam proses penciptaan karya. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seni mampu memperkuat ekosistem seni yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus mendukung pelestarian dan pengembangan seni tari melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.
ANALISIS KONSEP NGUNDA BAYU PADA TARI REJANG DESA, DI DESA TISTA, KECAMATAN ABANG, KABUPATEN KARANGASEM, BALI Ni Ketut Santi Sukma Melati; Rines Onyxi Tampubolon; Lissa Maharani; I Gede Radiana Putra; I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra
Jurnal Pendidikan Tari Vol 6 No 1 (2025): Inovasi dan Penguatan Metode Pembelajaran Seni Tari yang Berorientasi Pada Keterl
Publisher : LPPM UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPT.616

Abstract

The Rejang Desa dance has become an important cultural heritage in Tista Village, Abang District, Karangasem Regency. This dance is characterized by its distinctive and classical makeup and costume design, which continue to uphold local wisdom as the central element of their aesthetic arrangement. Rejang Desa can only be performed and appreciated during the Kuningan and Manis Kuningan ceremonies, making it distinct from Rejang Dewa, which may be performed in various religious ceremonies across different villages. The term dance is inseparable from the concept of movement technique, as every dance composition employs movement as its primary medium of expression. In dance movements, the control of breath and energy is essential to maintain the integrity and fluidity of motion. This understanding is commonly referred to as the Ngunda Bayu technique, which is an inherent practice among Balinese dancers across various dance forms. Therefore, this study aims to examine and understand the application of the Ngunda Bayu concept in the Rejang Desa dance of Tista Village. The presence of this concept can be observed through the duration of the performance and the structure of the presentation. To explore this issue, a qualitative research method is employed, supported by the theory of form. It is expected that the findings of this research will reveal and substantiate the use of the Ngunda Bayu concept within the Rejang Desa dance of Tista Village. In line with this objective, the author seeks to develop a scientific discussion that examines the embodiment of Ngunda Bayu in the performance of Rejang Desa in Tista Village.