Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hard skill dan soft skill terhadap kesiapan kerja siswa SMK Prapanca dengan lingkungan sekolah sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 45 siswa kelas XII SMK Prapanca dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hard skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa dengan nilai signifikansi 0,017 < 0,05. Soft skill juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan nilai signifikansi 0,009 < 0,05. Secara simultan, hard skill dan soft skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Lingkungan sekolah terbukti mampu memoderasi pengaruh hard skill terhadap kesiapan kerja dengan nilai signifikansi 0,045 < 0,05 dan memoderasi pengaruh soft skill terhadap kesiapan kerja dengan nilai signifikansi 0,049 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,487 menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan variasi kesiapan kerja sebesar 48,7%. Penelitian ini membuktikan bahwa kesiapan kerja siswa SMK tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh kompetensi nonteknis serta dukungan lingkungan sekolah yang kondusif. Oleh karena itu, peningkatan kualitas lulusan SMK perlu dilakukan melalui penguatan hard skill, soft skill, dan lingkungan pembelajaran yang mendukung kebutuhan dunia kerja.