Keterampilan literasi merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena berkaitan dengan kemampuan siswa dalam memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui aktivitas berbahasa. Berbagai strategi pembelajaran telah dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa, tetapi temuan penelitian masih tersebar dalam berbagai pendekatan dan aspek keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan keterampilan literasi siswa berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel yang relevan. Data dianalisis secara tematik dan disintesis secara naratif berdasarkan strategi pembelajaran, aspek literasi, media dan teknologi, serta faktor pendukung dan hambatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran literasi meliputi membaca bersama, pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, pertanyaan pemantik, Project Based Learning, pembelajaran berdiferensiasi, game edukasi, media digital, dan teknologi Artificial Intelligence. Strategi yang melibatkan siswa secara aktif, menggunakan konteks yang dekat dengan kehidupan, serta memadukan berbagai bentuk aktivitas berbahasa cenderung memberikan pengalaman literasi yang lebih bermakna. Pemanfaatan teknologi juga memberikan peluang dalam meningkatkan keterlibatan dan literasi digital, tetapi penerapannya dipengaruhi oleh kesiapan guru dan ketersediaan fasilitas. Dengan demikian, pengembangan literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia membutuhkan strategi yang aktif, kontekstual, kolaboratif, adaptif, serta disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan pembelajaran.