Perkembangan teknologi digital menuntut sekolah dasar tidak hanya menyediakan akses terhadap teknologi, tetapi juga membangun pembelajaran yang memungkinkan siswa berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, dan berperan aktif dalam proses belajar. Namun, kondisi awal di SDN Cilenggang 02 menunjukkan bahwa pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru, pemanfaatan teknologi sebagai sarana kolaborasi belum optimal, dan keterlibatan komunitas sekolah belum berlangsung secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran kolaboratif berbasis digital, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, serta memperkuat sinergi komunitas sekolah. Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui analisis kebutuhan, pelatihan dan workshop, praktik, pendampingan, implementasi pembelajaran, evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan, observasi, angket, dokumentasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang melibatkan 20 peserta, terdiri 15 guru, 1 kepala sekolah, dan 4 mahasiswa pendamping. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, workshop, praktik, pendampingan, implementasi pembelajaran, evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut. Efektivitas peningkatan pemahaman peserta diukur melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest sebesar 72% meningkat menjadi 86%, atau mengalami peningkatan sebesar 14%. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran kolaboratif serta kemampuan menghasilkan perangkat pembelajaran digital. Siswa menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dalam berdiskusi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan menyelesaikan tugas kelompok. Program juga menghasilkan perangkat pembelajaran digital dan memperkuat dukungan komunitas sekolah. Dengan demikian, pemberdayaan komunitas sekolah berbasis digital berpotensi mengubah praktik pembelajaran menuju pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa, meskipun keberlanjutan program masih memerlukan pendampingan dan evaluasi berkala.