Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Managemen Karir Guru Min 11 Boyolali Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Rizky Arianty
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 1 (2025): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i1.875

Abstract

The rapid development of technology and science has a significant impact on the adjustment and improvement of the curriculum. One negative impact of curriculum changes is causing a decline in the quality of education at every level, which is due to uneven readiness among educational institutions. Therefore, schools must be able to manage educators so that the quality of education can improve. This research aims to discuss the career management of teachers at MIN 11 Boyolali in enhancing the quality of education. The research method used is qualitative research with data collection through interviews, observation, and documentation. The research results show that MIN 11 Boyolali aims to improve the quality of education by implementing three programs: qualification, certification, and training.
Pemberdayaan Komunitas Sekolah dalam Membangun Budaya Belajar Kolaboratif di Era Digital Rizky Arianty; Indri Dwi Ariyani; Ika Dwi Lestari
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.202

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut sekolah dasar tidak hanya menyediakan akses terhadap teknologi, tetapi juga membangun pembelajaran yang memungkinkan siswa berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, dan berperan aktif dalam proses belajar. Namun, kondisi awal di SDN Cilenggang 02 menunjukkan bahwa pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru, pemanfaatan teknologi sebagai sarana kolaborasi belum optimal, dan keterlibatan komunitas sekolah belum berlangsung secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran kolaboratif berbasis digital, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, serta memperkuat sinergi komunitas sekolah. Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui analisis kebutuhan, pelatihan dan workshop, praktik, pendampingan, implementasi pembelajaran, evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan, observasi, angket, dokumentasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang melibatkan 20 peserta, terdiri 15 guru, 1 kepala sekolah, dan 4 mahasiswa pendamping. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, workshop, praktik, pendampingan, implementasi pembelajaran, evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut. Efektivitas peningkatan pemahaman peserta diukur melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest sebesar 72% meningkat menjadi 86%, atau mengalami peningkatan sebesar 14%. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran kolaboratif serta kemampuan menghasilkan perangkat pembelajaran digital. Siswa menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dalam berdiskusi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan menyelesaikan tugas kelompok. Program juga menghasilkan perangkat pembelajaran digital dan memperkuat dukungan komunitas sekolah. Dengan demikian, pemberdayaan komunitas sekolah berbasis digital berpotensi mengubah praktik pembelajaran menuju pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa, meskipun keberlanjutan program masih memerlukan pendampingan dan evaluasi berkala.
Pemberdayaan Komunitas Sekolah dalam Membangun Budaya Belajar Kolaboratif di Era Digital Rizky Arianty; Indri Dwi Ariyani; Ika Dwi Lestari
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.202

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut sekolah dasar tidak hanya menyediakan akses terhadap teknologi, tetapi juga membangun pembelajaran yang memungkinkan siswa berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, dan berperan aktif dalam proses belajar. Namun, kondisi awal di SDN Cilenggang 02 menunjukkan bahwa pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru, pemanfaatan teknologi sebagai sarana kolaborasi belum optimal, dan keterlibatan komunitas sekolah belum berlangsung secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran kolaboratif berbasis digital, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, serta memperkuat sinergi komunitas sekolah. Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui analisis kebutuhan, pelatihan dan workshop, praktik, pendampingan, implementasi pembelajaran, evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan, observasi, angket, dokumentasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang melibatkan 20 peserta, terdiri 15 guru, 1 kepala sekolah, dan 4 mahasiswa pendamping. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, workshop, praktik, pendampingan, implementasi pembelajaran, evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut. Efektivitas peningkatan pemahaman peserta diukur melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest sebesar 72% meningkat menjadi 86%, atau mengalami peningkatan sebesar 14%. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran kolaboratif serta kemampuan menghasilkan perangkat pembelajaran digital. Siswa menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dalam berdiskusi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan menyelesaikan tugas kelompok. Program juga menghasilkan perangkat pembelajaran digital dan memperkuat dukungan komunitas sekolah. Dengan demikian, pemberdayaan komunitas sekolah berbasis digital berpotensi mengubah praktik pembelajaran menuju pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa, meskipun keberlanjutan program masih memerlukan pendampingan dan evaluasi berkala.
Hubungan Integrasi Lagu Hindia dan Relevansi Materi Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Isu Sosial Kontemporer terhadap Sikap Kewarganegaraan Mahasiswa Rizky Arianty; Krida Puji Rahayu; Galuh Mentari Putri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i5.1284

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih kontekstual dan dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Integrasi Lagu Hindia sebagai Media Pembelajaran dan Relevansi Materi Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Isu Sosial Kontemporer dengan Sikap Kewarganegaraan Mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif dan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 52 mahasiswa Universitas Pamulang yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–4 dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Integrasi Lagu Hindia memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Sikap Kewarganegaraan Mahasiswa dengan koefisien regresi 0,752 dan p < 0,001. Relevansi Materi PKn terhadap Isu Sosial Kontemporer juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,315 dan p < 0,001. Nilai R sebesar 0,977 dan Adjusted R Square sebesar 0,953 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 95,3% variasi Sikap Kewarganegaraan Mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media budaya populer dan isu sosial kontemporer memiliki keterkaitan kuat dengan pembentukan sikap kewarganegaraan mahasiswa.
Hubungan Integrasi Lagu Hindia dan Relevansi Materi Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Isu Sosial Kontemporer terhadap Sikap Kewarganegaraan Mahasiswa Rizky Arianty; Krida Puji Rahayu; Galuh Mentari Putri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i5.1284

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih kontekstual dan dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Integrasi Lagu Hindia sebagai Media Pembelajaran dan Relevansi Materi Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Isu Sosial Kontemporer dengan Sikap Kewarganegaraan Mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif dan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 52 mahasiswa Universitas Pamulang yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–4 dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Integrasi Lagu Hindia memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Sikap Kewarganegaraan Mahasiswa dengan koefisien regresi 0,752 dan p < 0,001. Relevansi Materi PKn terhadap Isu Sosial Kontemporer juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,315 dan p < 0,001. Nilai R sebesar 0,977 dan Adjusted R Square sebesar 0,953 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 95,3% variasi Sikap Kewarganegaraan Mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media budaya populer dan isu sosial kontemporer memiliki keterkaitan kuat dengan pembentukan sikap kewarganegaraan mahasiswa.