Persaingan industri kemasan yang semakin ketat menuntut perusahaan menghasilkan produk berkualitas melalui pengendalian kualitas yang efektif. PT ADP merupakan perusahaan percetakan kemasan karton lipat yang masih menghadapi permasalahan kualitas pada produk D dengan rata-rata tingkat defect sebesar 4,03% pada periode Mei–Desember 2025, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 3%. Selain itu, nilai kapabilitas proses (Cp dan Cpk) yang berada di bawah 1,00 menunjukkan bahwa proses produksi belum mampu memenuhi spesifikasi kualitas secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi defect dominan, menganalisis penyebab kegagalan, menentukan usulan perbaikan, serta merancang Dashboard Early Warning System (EWS) sebagai media pemantauan kualitas proses produksi. Metode yang digunakan adalah Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis defect dengan total kecacatan sebesar 31.426 pcs. Analisis Pareto mengidentifikasi defect set-off, scratch/baret, mata ayam, dan warna tidak sesuai sebagai defect dominan yang menyumbang 86,2% dari total kecacatan. Analisis SPC menunjukkan bahwa proses produksi pada kondisi awal belum terkendali secara statistik, namun setelah dilakukan iterasi dan eliminasi data, proses berada dalam kondisi terkendali. Hasil FMEA menunjukkan bahwa penyebab kegagalan utama berasal dari faktor manusia, metode, dan mesin. Usulan perbaikan meliputi perawatan mesin secara berkala, penerapan checklist pemeriksaan, penjadwalan pembersihan mesin, dan pelatihan ulang operator. Selain itu, Dashboard EWS berhasil dirancang untuk mengelompokkan kondisi proses ke dalam kategori ok, warning, alert, dan critical sehingga membantu supervisor produksi mendeteksi penyimpangan lebih dini. Penerapan SPC, FMEA, dan Dashboard EWS diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan meminimalkan tingkat defect pada proses produksi kemasan.