Mas Odi
Universitas PGRI Sumenep, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Melawan Tirani Sedentari: Dekonstruksi Perilaku Malas Bergerak Siswa Melalui Pendekatan Fenomenologi Media Non-Digital Berbasis Kearifan Lokal dalam Penjas Mas Odi
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 2 (2025): Central Journal of Education (CEJou)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i2.1718

Abstract

Pada era disrupsi layar saat ini, keterampilan literasi fisik alami dan resiliensi motorik siswa menjadi sangat krusial, di mana pengajaran berbasis gerak nyata yang adaptif, kreatif, dan bebas dari ketergantungan gawai dipandang sebagai strategi paling efektif untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya riset penjas yang terlalu berfokus pada digitalisasi, sementara pengajaran ini mengevaluasi dampak dekonstruktif media non-digital berbasis kearifan lokal terhadap perilaku malas bergerak, serta kontribusinya pada pengembangan aspek motorik, afektif, dan psikomotorik anak secara simultan. Tujuan utama penelitian ini adalah menguraikan proses internalisasi aktivitas fisik berbasis budaya lokal dalam mengikis fenomena sedentari siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi hermeneutik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumentasi riset penjasorkes, dan wawancara mendalam, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Penelitian ini mencakup wilayah sekolah dasar pesisir tanpa menggunakan perangkat digital, melainkan mengoptimalkan perangkat fisik konvensional. Hasil penelitian memaparkan bahwa pemanfaatan media non-digital berdampak positif signifikan dalam meningkatkan intensitas gerak kasar anak; scaffolding berupa dukungan sosial teman sebaya dan struktur permainan tradisional menjadi variabel utama yang memengaruhi keberhasilan tersebut. Temuan unik menunjukkan bahwa instruksi verbal guru yang terlalu teoritis tidak berpengaruh signifikan terhadap kemauan gerak siswa jika tidak dibarengi modifikasi alat konkret. Kesimpulannya, implikasi hasil ini menegaskan bahwa rekayasa lingkungan belajar non-digital berbasis kearifan lokal efektif memulihkan otentisitas kebugaran anak dari ancaman sedentari akut.
Menggugat Olahraga Modern: Studi Etnografi Kualitatif Revitalisasi Permainan Tradisional Madura Sebagai Media Pembentuk Karakter Orisinal Non-Digital Siswa Dyas Andry Prasetyo; Mas Odi
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 2 (2025): Central Journal of Education (CEJou)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i2.1721

Abstract

Di era digital dan kecerdasan buatan saat ini, pembentukan karakter orisinal non-digital serta keterampilan motorik otentik menjadi sangat krusial bagi siswa. Revitalisasi permainan tradisional dipandang sebagai strategi pengajaran yang efektif, kreatif, dan menarik untuk mengimbangi dominasi gawai. Selama ini, penelitian lebih banyak berfokus pada modernisasi olahraga berbasis teknologi, sehingga penelitian ini hadir untuk mengevaluasi devaluasi nilai budaya serta dampak degradasi karakter sosial-afektif terhadap perilaku siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi hegemoni olahraga modern dan merevitalisasi permainan tradisional Madura sebagai media pembentuk karakter psikomotorik, kognitif, dan afektif siswa. Metode yang digunakan adalah studi etnografi kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif mendalam, wawancara klinis, dan dokumentasi, dengan cakupan interaksi sosial budaya siswa di lingkungan sekolah. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman, berbantuan perangkat lunak analisis data kualitatif NVivo untuk pengkodean temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi permainan tradisional Madura memberikan dampak positif yang signifikan berupa penguatan scaffolding moral, kerja sama, ketangkasan fisik, dan regulasi emosi siswa. Karakter sosial bertindak sebagai variabel utama yang mempercepat internalisasi nilai etis, sementara ketergantungan gawai yang tinggi ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan ketika siswa sepenuhnya terlibat dalam dinamika permainan fisik yang interaktif. Kesimpulannya, penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi kurikulum berbasis kearifan lokal sebagai media pemulihan karakter orisinal anak.