Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The New Paradigm of Physical Education: SLR Analysis of AI in Handball Measurement Tests and SDGs-Based Eco-Friendly Facilities Dyas Andry Prasetyo; Mohammad Hasan Basri
Assyfa Learning Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Expertise and Innovative Instructional Design
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/alj.v4i2.992

Abstract

Purpose: This study aims to systematically analyze the role of artificial intelligence (AI) in optimizing handball measurement test instruments while integrating environmentally friendly facility management to support Sustainable Development Goals (SDGs) within physical education. Methodology: Employing a Systematic Literature Review (SLR) based on PRISMA design, this research analyzed literature from Scopus and ERIC databases using VOSviewer and Harzing’s Publish or Perish software. Findings: The results demonstrate that AI integration significantly enhances the objectivity of motor assessment and improves the efficiency of facility management, with teacher digital literacy identified as a critical scaffolding variable for successful implementation. Furthermore, the findings reveal that facilities lacking sustainability principles fail to provide long-term contributions to students’ psychomotor development in a global context. Implications: This new paradigm necessitates a repositioning of the physical education curriculum that synergizes smart technology with green facility management. Recommendations: Institutions are encouraged to adopt AI-driven evaluation tools and prioritize sustainable infrastructure design to create an inclusive, efficient, and ecologically responsible future for sports education. Originality/Value: By bridging the gap between digital transformation and environmental sustainability in physical education, this research provides a comprehensive framework for addressing the limitations of manual assessment methods and infrastructure management, offering a strategic approach to modernizing the field in line with global sustainability targets.
Beyond Traditional Coaching: Tinjauan Sistematis tentang Peran Feedback Real-Time Berbasis Artificial Intelligence dalam Mengoptimalkan Performa Fisik dan Keterampilan Motorik Siswa Dyas Andry Prasetyo; Derese Simegnew Alehegn
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 2 (2025): Central Journal of Education (CEJou)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i2.445

Abstract

Di era digital yang berkembang pesat, literasi teknologi dan penguasaan keterampilan motorik presisi menjadi kompetensi fundamental bagi siswa, sehingga integrasi kecerdasan buatan (AI) kini dipandang sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk akselerasi performa fisik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan metode pelatihan konvensional yang sering kali bersifat subjektif, di mana penelitian terdahulu lebih banyak mengevaluasi durasi latihan daripada kualitas biomekanik, sehingga berdampak pada rendahnya optimalisasi pengembangan motorik halus dan kognitif siswa dalam konteks olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi feedback real-time berbasis AI dalam mengoptimalkan performa fisik dan keterampilan motorik siswa secara objektif. Menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan teknik analisis tematik terhadap berbagai jurnal bereputasi, penelitian ini mengkaji penggunaan perangkat sensor wearable dan computer vision sebagai instrumen pengumpul data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan feedback real-time memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perbaikan teknis gerak melalui mekanisme scaffolding digital yang mampu meminimalisir kesalahan koreksi mandiri; namun, ditemukan pula bahwa variabel kompleksitas antarmuka perangkat tidak berpengaruh terhadap efisiensi perolehan keterampilan jika tidak disertai dengan adaptasi pedagogis yang tepat. Kesimpulannya, integrasi AI sebagai instrumen pendukung dalam pendidikan jasmani berimplikasi pada transformasi pola pembinaan yang lebih presisi, efisien, dan personal.
The New Paradigm of Physical Education: SLR Analysis of AI in Handball Measurement Tests and SDGs-Based Eco-Friendly Facilities Dyas Andry Prasetyo
Edutechnium Journal of Educational Technology Vol. 4 No. 1 (2026): Edutechnium Journal of Educational Technology
Publisher : CV. Edutechnium Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71365/edujet.v4i1.113

Abstract

In the current era of digital transformation and global sustainability, 21st-century skills including technological literacy and environmental awareness are crucial competencies for students. Artificial intelligence (AI)-based teaching integrated with sustainability values ​​is seen as an effective, creative, and engaging pedagogical strategy to improve these skills in physical education. The background of this research is based on the limitations of previous studies, the majority of which only focused on basic manual techniques without considering the impact of infrastructure on the environment or the efficiency of data-based evaluation. This study aims to systematically analyze the literature on the role of AI in evaluating handball measurement test instruments and managing environmentally friendly infrastructure to support the Sustainable Development Goals (SDGs) targets. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) with PRISMA design, including analysis of Scopus and ERIC databases using VOSviewer and Harzing's Publish or Perish software. The results show that AI integration has a significant positive impact on the objectivity of motor assessment and the efficiency of facility management, while scaffolding variables in teachers' digital literacy are key factors influencing the success of the implementation. The findings reveal that facilities not based on sustainability principles fail to provide long-term contributions to students' psychomotor development in a global context. In conclusion, this new paradigm demands a repositioning of the physical education curriculum that synergizes smart technology with green facility management to create an inclusive and sustainable future for sport. Keywords: Artificial Intelligence, Handball, Physical Education, Facilities and Infrastructure, Sustainable Development Goals (SDGs).
Pendampingan Instalasi Tenda Dome dan Manajemen Sanitasi Perkemahan Berbasis Analisis Variabel Topografi Kawasan di Area Bumi Perkemahan Bedengan untuk Mahasiswa PJKR Dyas Andry Prasetyo; Feri Weldani; Masodi Masodi; Mohammad Hasan Basri
Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jip-dimas.v4i1.675

Abstract

Di era modern yang menuntut kemandirian aktivitas luar ruang, keterampilan teknis dalam instalasi hunian sementara dan manajemen sanitasi menjadi kompetensi krusial bagi praktisi olahraga rekreasi yang sering kali terabaikan oleh ketergantungan pada fasilitas instan. Masalah riil yang dihadapi mahasiswa PJKR sebagai mitra adalah rendahnya literasi topografi yang menyebabkan kesalahan fatal dalam pemilihan titik tenda dan pengabaian prosedur sanitasi, di mana 90% peserta sebelumnya hanya menganggap perkemahan sebagai rekreasi tanpa pemahaman risiko lingkungan. Pengabdian ini penting dilakukan untuk mentransformasi aspek kognitif dan motorik mitra melalui pendekatan saintifik yang lebih rigid dibanding pelatihan konvensional. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan akurasi instalasi tenda dome dan efektivitas manajemen sanitasi berbasis analisis variabel topografi kawasan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi hilirisasi riset, pelatihan teknis plotting koordinat, serta pendampingan praktik lapangan yang melibatkan lebih dari 100 mahasiswa PJKR dengan instrumen evaluasi berupa Integrated Logbook. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan mahasiswa dalam mengoreksi deviasi lokasi tenda hingga toleransi ±3 meter dan kepatuhan total terhadap protokol sanitasi meskipun terdapat hambatan berupa kendala anggaran tak terduga dan area blank spot. Kesimpulan program ini menunjukkan keberlanjutan melalui standarisasi logbook sebagai SOP wajib dan pendaftaran HAKI untuk melindungi orisinalitas prosedur lapangan.
Pendampingan Navigasi Darat dan Orientasi Medan dalam Pengembangan Kapasitas Profesionalisme Mahasiswa PJKR di Area Bumi Perkemahan Bedengan Feri Weldani; Dyas Andry Prasetyo; Mohammad Hasan Basri; Mas'odi Mas'odi
Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat (December)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jip-dimas.v3i2.743

Abstract

Kurangnya keterampilan teknis dalam bernavigasi di alam terbuka seringkali menjadi hambatan bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) dalam mengelola kegiatan luar kelas secara aman dan profesional. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas profesionalisme mahasiswa PJKR melalui penguasaan teknik navigasi darat dan orientasi medan. Metode yang digunakan adalah pendampingan intensif yang meliputi pemberian materi teoretis (pemahaman peta topografi dan kompas), praktik lapangan (resection, intersection, dan ploting koordinat), serta simulasi orientasi medan di area terbuka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan kognitif dan psikomotorik peserta, di mana mahasiswa mampu menentukan posisi koordinat dengan akurat dan merancang jalur pergerakan yang efisien. Selain itu, tingkat kepercayaan diri mahasiswa dalam memimpin kelompok di alam terbuka meningkat drastis. Kesimpulannya, pendampingan navigasi darat ini efektif dalam membekali mahasiswa PJKR dengan kompetensi teknis yang krusial bagi karier mereka sebagai pendidik atau praktisi olahraga rekreasi, serta memastikan standar keselamatan yang lebih tinggi dalam aktivitas luar ruangan.
Instructional Coaching Strategies in Collegiate Volleyball: An Adaptive Framework for Enhancing Technical Proficiency, Psychological Readiness, and Team Cohesion Ahmad Ubaidillah; Dyas Andry Prasetyo; Andi Fepriyanto
Assyfa Learning Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Expertise and Innovative Instructional Design
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/alj.v4i1.1154

Abstract

Effective coaching in collegiate sports requires an instructional framework that transcends traditional physical training to address the holistic needs of student-athletes. This study investigates the impact of diverse coaching methods—directive, collaborative, and observational—on the performance of undergraduate volleyball players within the Indonesian university context. Employing a sequential mixed-methods design, quantitative data were gathered from 56 undergraduate students at STKIP PGRI Sumenep via closed-ended questionnaires, complemented by structured interviews with six selected participants to gain in-depth qualitative insights. The findings reveal that while directive coaching is fundamental for foundational technical skill acquisition, collaborative methods are superior in fostering team cohesion and intrinsic motivation. Furthermore, observational coaching serves as an effective tool for reflective learning, though it requires integration with active instructional feedback to optimize immediate performance. The study concludes that an integrative, adaptive coaching framework—which dynamically balances directive clarity, collaborative participation, and reflective observation—is essential for enhancing holistic athlete development and team performance in higher education settings. These insights contribute to the Scholarship of Teaching and Learning (SoTL) by providing a replicable instructional model for coaches and sports educators aiming to harmonize technical excellence with psychological and social growth in competitive collegiate sports
Scaffolding Motor Skill Acquisition: The Role of Video-Based Feedback in Enhancing Volleyball Technical Competency and Cognitive Self-Regulation Mohammad Romdani; Dyas Andry Prasetyo; Andi Fepriyanto
Assyfa Learning Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Expertise and Innovative Instructional Design
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/alj.v4i2.1155

Abstract

Background: The transition from declarative knowledge to procedural technical proficiency in sports remains a critical challenge in physical education, often hindered by traditional feedback methods that lack cognitive scaffolding. Objective: This study aimed to examine the effectiveness of structured video analysis as an instructional media tool for improving volleyball player performance and facilitating learner self-regulation. Methods: A sequential mixed-methods approach was employed, integrating quantitative performance metrics with qualitative analysis of athlete feedback experiences to evaluate the pedagogical impact of video-based intervention. Results: The findings indicate that video-based feedback significantly enhances both technical execution and tactical decision-making by bridging the gap between perceived actions and actual movement patterns, thereby strengthening learners’ metacognitive awareness. Conclusion: Video analysis serves as a powerful instructional scaffold in modern sports learning ecosystems, promoting effective knowledge transmission and professional competency in physical education settings.
Anatomi Krisis Kebugaran Motorik: Eksplorasi Kualitatif Hambatan Psiko-Fisik Anak Pesisir Menggunakan Analisis Tematik Rekaman Dokumentasi Riset Penjasorkes Dyas Andry Prasetyo
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 7 No. 1 (2026): Center Journal of Education (CEJou)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v7i1.1720

Abstract

Di era digital dan globalisasi saat ini, keterampilan literasi fisik serta adaptabilitas psikomotorik anak menjadi modal krusial yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan masa depan. Pengajaran berbasis pendekatan personal, adaptif, dan kontekstual dipandang sebagai strategi kreatif serta efektif untuk menstimulasi aspek tersebut secara optimal. Namun, sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada evaluasi kuantitatif kebugaran umum tanpa membedakan batasan geografis yang spesifik. Penelitian Penjasorkes ini mengevaluasi hambatan nyata, dampak isolasi geografis, serta faktor psiko-fisik yang memengaruhi tingkat kebugaran motorik anak-anak di wilayah pesisir. Tujuan utama dari penelitian kualitatif ini adalah mengeksplorasi secara mendalam anatomi krisis kebugaran motorik serta mengidentifikasi hambatan internal maupun eksternal yang dihadapi mereka. Menggunakan desain eksploratif kualitatif dengan teknik analisis tematik, pengumpulan data dilakukan melalui rekaman dokumentasi riset Penjasorkes terdahulu yang mencakup catatan klinis, observasi gerak, dan wawancara terstruktur tanpa melibatkan perangkat digital khusus. Hasil penelitian mengungkap dampak negatif yang signifikan akibat keterbatasan ruang publik dan hambatan psikologis berupa kecemasan gerak terhadap performa motorik anak. Ditemukan bahwa scaffolding dalam bentuk dukungan lingkungan sosial dan variasi permainan tradisional menjadi variabel utama yang memengaruhi peningkatan kemampuan psikomotorik mereka secara positif, sementara faktor sarana olahraga formal modern terbukti tidak berpengaruh signifikan dalam memicu minat gerak mandiri. Kesimpulannya, krisis ini memerlukan intervensi kurikulum Penjasorkes kontekstual berbasis kearifan lokal guna memulihkan keterbatasan psiko-fisik anak.
Menggugat Olahraga Modern: Studi Etnografi Kualitatif Revitalisasi Permainan Tradisional Madura Sebagai Media Pembentuk Karakter Orisinal Non-Digital Siswa Dyas Andry Prasetyo; Mas Odi
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 2 (2025): Central Journal of Education (CEJou)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i2.1721

Abstract

Di era digital dan kecerdasan buatan saat ini, pembentukan karakter orisinal non-digital serta keterampilan motorik otentik menjadi sangat krusial bagi siswa. Revitalisasi permainan tradisional dipandang sebagai strategi pengajaran yang efektif, kreatif, dan menarik untuk mengimbangi dominasi gawai. Selama ini, penelitian lebih banyak berfokus pada modernisasi olahraga berbasis teknologi, sehingga penelitian ini hadir untuk mengevaluasi devaluasi nilai budaya serta dampak degradasi karakter sosial-afektif terhadap perilaku siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi hegemoni olahraga modern dan merevitalisasi permainan tradisional Madura sebagai media pembentuk karakter psikomotorik, kognitif, dan afektif siswa. Metode yang digunakan adalah studi etnografi kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif mendalam, wawancara klinis, dan dokumentasi, dengan cakupan interaksi sosial budaya siswa di lingkungan sekolah. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman, berbantuan perangkat lunak analisis data kualitatif NVivo untuk pengkodean temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi permainan tradisional Madura memberikan dampak positif yang signifikan berupa penguatan scaffolding moral, kerja sama, ketangkasan fisik, dan regulasi emosi siswa. Karakter sosial bertindak sebagai variabel utama yang mempercepat internalisasi nilai etis, sementara ketergantungan gawai yang tinggi ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan ketika siswa sepenuhnya terlibat dalam dinamika permainan fisik yang interaktif. Kesimpulannya, penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi kurikulum berbasis kearifan lokal sebagai media pemulihan karakter orisinal anak.