Leonardus Par
Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Games Based Learning  dan Musical Activities di SDK Rai Ruteng Manggarai Yulian Ekalia; Ely Heldydiana Selamat; Raymundus Beda; Leonardus Par; Fransiskus Jemadi; Olivia Aprliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.13212

Abstract

Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi yang penting untuk diperkenalkan kepada anak sejak usia dini karena dapat mendukung perkembangan akademik, sosial, dan kemampuan komunikasi mereka di masa depan. Namun, siswa sekolah dasar yang berada di daerah pedesaan dan terpencil masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa SDK Rai Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sebagian besar siswa belum pernah mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris secara formal sehingga memiliki keterbatasan dalam penguasaan kosakata dasar dan kurang percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pembelajaran Bahasa Inggris melalui permainan edukatif (game-based learning) dan aktivitas musik (musical activities). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada bulan Maret 2026 dengan melibatkan 60 siswa SDK Rai Ruteng. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali dan mengucapkan kosakata Bahasa Inggris dengan lebih baik dibandingkan sebelum kegiatan berlangsung. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam menggunakan Bahasa Inggris sederhana. Pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa permainan edukatif dan aktivitas musik dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan mudah diterapkan dalam memperkenalkan Bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan sumber belajar.